Pertahankan Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemik, Faperta Unsoed Kenalkan Teknologi Superbodi Pada Petani

 

Matamatanews.com, BANYUMAS - Upaya masyarakat internasional termasuk Indonesia dalam menanggulangi pandemi Covid-19 tidak hanya bertumpu pada tenaga kesehatan, tetapi juga komitmen masyarakat untuk menghentikan penularannya dengan cara bertahan di rumah masing-masing. Kondisi ini dapat dijalankan oleh sebagian besar masyarakat pada sektor-sektor umum. Akan tetapi berbeda dengan para pelaku di sektor pertanian.

Kebutuhan pangan tak bisa berhenti oleh pandemi. Justru ketersediaan pangan yang memadai diperlukan sebagai upaya menjaga kondisi tenaga kesehatan yang tengah berjuang di garda depan, maupun masyarakat yang harus membangun daya tahan tubuh agar tetap sehat dan prima. 

"Para petani tetap harus bekerja di sawah dan lahan-lahan pertanian demi menyediakan pangan bagi masyarakat, " ungkap Tim Promosi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi Tim Pendamping Desa Binaan Faperta Unsoed Dyah Susanti.

Dyah, ahli Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi mengatakan bahwa bertolak dari kondisi tersebut, Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed berkomitmen memberikan dukungan bagi berbagai pihak dalam peningkatan produksi pangan, guna mendukung ketahanan pangan di masa pandemi. 

Para petani di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor Kab. Banyumas menurut Dyah hampir setiap tahun mengalami keterbatasan ketersediaan air untuk produksi pertanian, sehingga perlu teknologi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Menurut ahli Pertanian Terintegrasi ini, sejak 2017 Desa Wlahar Wetan  menjadi salah satu desa binaan Faperta Unsoed telah mengaplikasikan teknologi yang dihasilkan oleh peneliti Faperta Unsoed guna mengatasi berbagai kendala di bidang pertanian, termasuk keterbatasan air. 

"Teknologi yang telah diaplikasikan di antaranya penggunaan varietas padi Inpago Unsoed 1 yang tahan kekeringan, berdaya hasil tinggi, nasinya pulen dan wangi. Petani yang semula tidak bisa panen pada musim tanam kedua, sudah dapat menikmati hasil panennya. Teknologi pompa air bertenaga surya juga telah diaplikasikan pada tahun 2019 untuk menaikkan air dari sungai Serayu dialirkan ke lahan-lahan petani, " papar Dyah. 

Ahli Pendampingan Teknologi Bagi Masyarakat ini menjelaskan bahwa pada tahun 2020 ini, Faperta Unsoed mengenalkan Teknologi Superbodi untuk mendukung ketahanan pangan pada masa pandemi. Teknologi ini menurutnya bisa menjawab kekhawatiran para petani yang terlambat panen pada musim tanam pertama. 

"Mereka khawatir tidak bisa panen pada musim tanam kedua jika menanam padi lagi, karena diprediksi akan kekurangan air pada pertengahan fase pertumbuhan tanaman. Beberapa petani melaporkan selama ini peluang panen pada musim tanam kedua hanya sekitar 50% pada lahan-lahan yang ditanam pada musim tanam sebelumnya, " terangnya.

Sementara Einstein menambahkan Teknologi Superbodi dikenalkan oleh Prof. Ir. Totok Agung DH, M.P., Ph.D. dan tim desa binaan Faperta Unsoed yang diketuai Dr. Ir. Agus Sutanto, M.P. Beberapa anggota ikut mendampingi diantaranya Dyah Susanti, S.P., M.P. dan Dina Istiqomah, S.P. M.Sc.

"Para petani desa Wlahar Wetan praktek langsung di lapangan dengan pembatasan jumlah peserta. Mereka disarankan menggunakan masker, penerapan physical dan social distancing, dilanjutkan  dengan alih teknologi melalui video Teknologi Tepat Guna sebagai upaya mengurangi resiko penularan virus covid-19, "ujar Einstein.

"Alih teknologi Superbodi kedelai yang dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2020 di lahan demplot petani Wlahar Wetan merupakan bagian dari program pendampingan Desa Binaan Faperta Unsoed tahun 2020, " tambah Einstein.

Dosen Fakultas Pertanian Unsoed Dyah Susanti mengatakan, istilah Superbodi merupakan akronim dari masukkan benih di pertengahan bonggol/bedogol padi. 

"Penanaman benih kedelai, kacang hijau, ataupun biji palawija lain dengan teknik ini akan mendukung pertumbuhan tanaman karena terjaganya kemunculan akar tanaman yang biasanya terganggu oleh merekahnya tanah akibat kekuarangan air pada musim tanam kedua. Seresah bonggol (sisa pangkal batang dan perakaran padi dari tanaman padi pada musim tanam sebelumnya) padi dapat mempertahankan kelembaban tanah di bagian perakaran kedelai dan menjadi cadangan bahan organik sehingga pertumbuhannya menjadi tetap optimal. Biasanya petani menanam  kedelai di sela-sela bonggol tanaman padi musim tanam sebelumnya, sehingga tanaman mengalami kekeringan dan tidak dapat bertahan hingga panen, " papar Dyah.

Teknologi ini menurut Dyah digali dari kearifan lokal petani di beberapa daerah, disempurnakan dengan pengaturan jarak tanam, penggunaan varietas unggul, varietas yang memiliki keunggulan tertentu menyesuaikan kondisi lahan, kebutuhan dan preferensi masyarakat setempat serta penggunaan biofertilizer. Keberadaan dan aktivitas mikroorganisme ini akan meningkatkan kesuburan dan kualitas tanah bagi pertumbuhan tanaman.

Dyah berharap bahwa pendampingan teknologi Faperta Unsoed kepada para petani di Desa Wlahar Wetan mampu membangkitkan semangat petani untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan perannya sebagai penopang ketersediaan pangan. "Sekaligus sebagai bentuk sumbangsih Faperta Unsoed dalam mendukung ketahanan pangan nasional di masa pandemi, " pungkas Dyah.(hen/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response