Perompak Kapal Orkim Harmony Masuk “Hotel Prodeo” di Malaysia

 

Matamatanews.com, KUALA LUMPUR – Kapal tanker minyak MT Orkim Harmony, dibajak oleh 8 orang perompak. Para pelaku perompakan itu merupakan warga negara Indonesia, mereka dijatuhi vonis hukuman penjara selama 15-18 tahun dalam persidangan di Pengadilan Malaysia. Mereka terbukti bersalah telah melakukan pembajakan pada kapal tersebut pada tahun lalu.

Berdasarkan informasi yang dilansir Malaysian Maritiime Enforcement Agency, Senin (28/11/2016) perampokan itu berlangsung saat kapal tersebut dalam pelayaran dari pantai barat Malaysia ke Pelabuhan Kuantan di pantai timur, dan membawa sekitar 6.000 ton minyak seharga 5,6 juta dollar AS pada 11 Juni tahun lalu. Enam perompak mendapat hukuman 15 tahun penjara dengan lima cambukan dan dua lainnya dijatuhi vonis 18 tahun penjara.

Dalam persidangan di Negara bagian Johor di selatan Malaysia hari Minggu (27/11/2016), kedelapan WNI itu dinyatakan bersalah. Noel Choong, kepala The International Maritime Bureau di Kuala Lumpur mengatakan komunitas perkapalan menyambut baik keputusan pengadilan tersebut. "Kami menyambut baik putusan itu. Ini akan memberikan sinyal kuat kepada para pelaku pembajakan bahwa tindak kriminalitas akan mendapat hukuman berat," ungkap dia. 

Delapan pelaku itu sempat mencoba melarikan diri dari tenker menggunakan sekoci, namun otoritas Malaysia mengerahkan kapal perangnya untuk melakukan perburuan terhadap pelaku perampokan itu. Pada kejadian itu sekitar 22 kru kapal selamat, hanya seorang pelaut asal Indonesia yang mengalami luka tembak di bagian paha.

Para pembajak kemudian terdampar di barat daya pulau Tho Chu, Vietnam, satu minggu setelah kejadian. Mereka mengaku mengalami kecelakaan di laut, namun tetap di tahan setelah pejabat lokal menemukan kedelapan orang itu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Lalu mereka dituduh melakukan pembajakan kapal tanker Orkim Harmony. Kedelapan WNI itu lalu diekstradisi ke Malaysia, Minggu pagi, setelah ditahan oleh pihak berwenang Vietnam selama hampir 18 bulan. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response