Perjalanan Panjang Sri Lanka Hingga Terbebas Malaria

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Setelah perjalanan panjang melawan penyakit malaria, akhirnya secara resmi Sri Lanka terbebas dari Malaria. Keputusan ini di keluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Ini adalah kisah sukses suatu negara dan akan menjadi contoh untuk negara lain”, ujar Dr. Pedri L Alonso, Direktur program malaria global WHO.

Pada tahun 1940-an Sri Lanka memiliki banyak kasus terkait penyakit malaria dalam satu tahun. Kemudian pemerintah mulai mensosialisasikan masalah kesehatan publik secara intensif, mereka menggunakan Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) untuk mengurangi populasi nyamuk dan chloroquine untuk mengobati penyakit malaria.

Karena kekurangan dana, akhirnya kasus malaria meningkat hingga 500.000 kasus pada tahun 1969. Chloroquine yang digunakan untuk mengobati malaria menjadi kurang berfungsi, karena pada tahun 1984 untuk pertama kalinya parasit malaria menjadi resistansi terhadap chloroquine. Selain itu, nyamuk menjadi berevolusi dan mampu bertahan hidup dari DDT, kemudian pada tahun 1992 pemerintah Sri Lanka mengganti DDT dengan malathion.

Pada tahun 2000, saat terjadi perpecahan antara pemerintah dengan kaum Tamil Tigers, kasus malaria di daerah-daerah konflik mulai menurun. Hal ini terjadi karena pemerintah ikut membantu dalam penanggulangan masalah malaria.

Pemerintah juga memeriksa sample darah di klinik publik dan rumah sakit untuk infeksi malaria, serta pemerintah mempunyai sistem elektronik nasional untuk pelaporan kasus malaria. Kaum Tigers ikut membantu bekerja sama dengan tim pencegah malaria, karena desa dan kaum pejuang mereka ikut terjangkit penyakit malaria.

Hingga kini Kementerian Kesehatan Sri Lanka menyediakan perawatan medis secara gratis untuk korban yang terjangkit malaria. Selain itu pihak pemerintah menyediakan klinik berjalan di bandara, pelabuhan, dan tempat2 yang menjadi pintu masuk untuk para imigran. (atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response