Perjalanan Haji Ketua Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto (Bagian Ke-3)

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Dalam perbincangan langsung antara Humas Takmir Masjid Agung Baitussalam (MAB) Purwokerto Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dengan Ketua Takmir MAB Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,BA.M.Pd (56 tahun) yang sedang membimbing jamaah haji di Saudi Arabia, diceritakan berbagai kegiatan puncak ibadah haji di Arofah, Muzdalifah, dan Lempar Jumrah di Mina.

Hisbul Muflihin menceritakan, hari Rabu (07/0819) malam, semua calon jamaah haji sudah dikumpulkan di hotel untuk di "chek" segala perbekalan dari obat, alat mandi, makanan ringan dan lainnya. Saat itu semua jamaah tidak ada yang keluar hotel. 

Sebelum ke Mina, para jamaah calon haji diberi penjelasan oleh Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Purwokerto ini tentang hal teknis terkait pengangkutan jamaah ke Mina, soal lokasi kemah, soal antri mandi dan juga bagaimana agar tidak "keliru" saat mengambil air panas.

"Pukul 12.00 waktu setempat, Kamis (08/08/19) jamaah kami ajak untuk sholat dzuhur       Asyar jama' qoshor taqdim. Setelah itu semua jamaah diperintahkan untuk mandi besar/janabat dan memakai kain ihram secara benar, selanjutnya bersiap-siap untuk menuju Mina. Tepat pukul 20.00 bus maktab 64 sudah datang lalu pukul 21.45 kami tiba di tenda Mina. Di Mina jamaah melaksanakan jamaah sholat fardlu secara diqoshor, dan setiap usai Sholat, Jamaah diberi tausiyah oleh kami seputar persiapan Wukuf di Arofah dan bermalam di Muzdalifah. Alhamdulillah jamaah kami yang khusus melakukan Tarwiyah dari kloter 64 SOC ada sebanyak 130 orang, " terangnya. 

Hisbul menambahkan dari jumlah itu sebanyak 7 jamaah yang menggunakan kursi roda, karena sudah tua dan juga tidak kuat jalan dan berdiri lama. Sabtu, (10/08/19) selepas jamaah sholat subuh jamaah kami bergerak menuju Arofah dengan naik bus 2 buah yang disediakan oleh maktab. Pukul 19.30 jamaah sudah tiba di tenda Arofah blok 3. 

Selama menunggu tiba waktunya wukuf, Ust.Dr.H.M.Hizbul Muflihin,MPd. yang juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas memberikan ceramah dengan tema "Menyatukan Hati Menundukkan Emosi Kita Dekatkan Diri Kepada Allah". Prosesi wukuf kloter 67 SOC dibagi menjadi tiga tenda dan pukul 12.25 wukuf dimulai.

Dalam khutbahnya khatib menegaskan bahwa saat dimana umat Islam berihram dikumpulkan di padang Arofah, akan mengingatkan kepada kita kelak di yaumil qiyamah juga akan dikumpulkan di padang makhsyar dengan berjuta-juta manusia berkumpul sejak dari Nabi Adam Alaihissalam, sampai manusia di akhir zaman. 

"Semua manusia menunggu pengadilan keputusan dari Yang Maha Adil yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala . Untuk itu hendaknya setiap kita mesti harus menyadari bahwa manusia adalah hamba Allah, jika sekiranya banyak berbuat dosa salah dan khilaf, marilah kita manfaatkan di padang Arafah untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala           , " jelasnya.

Hisbul menceritakan lagi, selesai khutbah H. Muhammad Arrofiq kemudian mengumandangkan adzan dan iqomah untuk melakukan sholat dzuhur dua roka'at salam. Lalu iqomah lagi kemudian sholat Asyar dua rakaat dengan imam sholat H. Martono. Pukul 13.45 masing-masing melakukan muhasabah diri atas kekhilafannya dan berdoa sepuas-puasnya sampai pukul 18.00. Pukul 19.00 jamaah kami ajak untuk sholat Mahgrib dan Isya' sebelum menuju ke Muzdalifah. Hal ini diijtihadi secara bersama- sama mengingat kloter 67 SOC baru diberangkatkan menuju Muzdalifah pada urutan ke lima, artinya para jamaah baru tiba di Muzdalifah sekitar pukul 22.30. Setibanya di Muzdalifah kami temui jamaah haji sudah menenuhi areal Muzdalifah.

"Alhamdullilah kami masih memperoleh tempat yang agak "longgar" disekitar bawah lampu "mercury" dengan susah payah dan atas pertolongan Allah jamaah yang  berusia tua dengan kursi roda dapat tidur dan istirahat sejenak, " ungkapnya. 

Tetapi Ust.Dr.Hizbul Muflihin yang pada tahun 2019 ini sebagai  Wakil Khadimul Hajj KBIH Muhammadiyah Kab. Banyumas tentu tidak tidur, sebab di Muzdalifah Ust.Dr.Hizbul harus "selalu" pasang telinga dan mata untuk bersiap-siap pindah dengan bus ke Tenda di Mina. Saat itu pula Ust.Dr.Hizbul mengingatkan para jamaah agar mengambil kerikil sebanyak 70 butir untuk melempar jumrah. 

"Selanjutnya pukul 04.00 kami diminta bangun untuk keluar dari Muzdalifah yang diangkut dengan bis ke Tenda di Mina. Dalam kondisi lelah capai dan berdesakan kami mengambil kebijakan bahwa jamaah yang tua atau berkursi roda harus didahulukan untuk masuk bis, tentunya dibantu yang sehat dan kuat untuk mempermudah evakuasinya.  Akhirnya secara bergelombang jamaah kami selamat tiba di tenda Mina pukul 06.45, " katanya.

Sejurus kemudian Dosen IAIN Purwokerto ini menyampaikan kepada jamaah untuk bersabar dan tetap menjaga ihramnya sampai melakukan lempar jumrah Aqobah tanggal 10 Dzulhijjah / 11 Agustus. Sebelum melempar jumrah, Hizbul menjelaskan kepada jamaah bahwa demi keamanan ada larangan untuk lempar jumrah mulai pukul 04.00 sampai 10.00. 

Hisbul kemudian menginventarisir jamaah yang perlu di"badali" (diwakilkan dalam melempar jumrah) dan tercatat ada 9 jamaah. Sebelum berangkat ke lokasi lempar jumroh,  kami juga menetapkan 4 orang untuk melakukan lempar jumrah aqobah yang diteruskan thowaf ifadloh di Masjidil Haram. Tanggal 10 Dzulhijjah pukul 16.30 jamaah kami bawa ke Jamarot Aqobah dan sudah bisa diterka sebelumnya bahwa hari itu berjubel sejumlah jamaah dari berbagai negara untuk melempar di tugu Aqobah. 

"Alhamdulillah atas ridlo dan pertolongan Allah proses lempar jamarot bisa terlaksana dengan lancar dan baik pada pukul 17.00. Setelah berdo'a dan tahalul awal, para jamaah kami antar pulang kembali ke tenda di Mina. Adapun jarak perjalanan dari tenda di Mina sampai ke lokasi lempar jumroh pulang pergi (PP) kurang lebih 6 km. Sekitar pukul 18.45 jamaah tiba di kawasan tenda di Mina dan langsung kami adakan jamaah sholat maghrib secara qoshor dilanjutkan dengan ceramah pembinaan dan penguatan semangat dalam berhaji, " rincinya. 

Ceramah yang disampaikan Ust.Dr.Hizbul sangatlah bermanfaat bagi para jamaah, sebab mereka masih harus menjalani lempar jumrah yakni untuk tiga tugu yakni tanggal 12,13, dan 14 Agustus 2019 atau 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hisbul menambahkan selama hari tasyriq kegiatan jamaah adalah sholat jamaah dan lempar jumrah Ula Wustho, dan Aqobah. Pada har Rabu (14/08/19) pukul 08.30 kami meninggalkan Mina kembali menuju hotel di Makkah. Sementara itu Towaf Ifadhoh kami bagi menjadi tiga gelombang. 

Untuk mempermudah saat jamaah Towah Ifadhoh Ust.Dr.Hizbul membentuk tim kecil sejumlah 6 orang dari perwakilan jamaah. Tim tersebut terlebih dahulu survey dan melihat dari dekat pelaksanaan towaf. Tim kecil tersebut melaksanakan tugasnya berangkat pada hari Rabu (14/08/19) pukul 15.00 dan menyelesaikan towaf ifadhoh pukul 19.30. Berdasar informasi tim kecil dan kenyataan di sekitar Masjidil Haram, maka gelombang pertama kami berangkatkan Kamis (15/08/19) pukul 02.30 dini hari dengan jumlah anggota sebanyak 65 orang jamaah. 

"Alhamdulillah pukul 09.00 jamaah gelombang pertama kembali dengan selamat di hotel pukul 09.00. Kemudian gelombang kedua adalah ibu-ibu dan jamaah yang agak tua sekitar 10 orang berangkat ifadhoh Sabtu (17/08/19) pukul 07.00 dengan bantuan kursi roda. Alhamdulillah lancar dan sukses.  Pukul 11.00 jamaah gelombang kedua sampai di hotel. Gelombang terakhir sebanyak 5 orang diberangkatkan ifadhoh Minggu (18/08/19) pukul 16.30 ke Masjidil Haram dan sukses,  pulang sampai di hotel pukul 23.00, " pungkasnya. *(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response