Peringatan Hari Ibu Ke 90 Di Purwokerto Berjalan Lancar

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Upacara Peringatan Hari Ibu Ke - 90 dilaksanakan di Halaman Pendopo Si Panji Kec. Purwokerto Timur pada Sabtu (22/12/2018) dengan tema " Bersama meningkatkan Peran Perempuan Dan laki-laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Kesejahteraan Bangsa." Istri Bupati Banyumas Erna Husein bertindak sebagai Inspektur upacara sedangkan Komandan Upacara dipercayakan pada Kaur Mintu Satlantas Polres Banyumas Iptu Tri Handayani.

Tampak hadir dalam upacara Bupati Banyumas Ir. Ahmad Husein, Wabup Drs. Sadewo Tri Lastiono, Forkompimda Kab. Banyumas, perwakilan Persit dan Bhayangkari Banyumas. Adapun peserta upacara diantaranya Polwan Jajaran Polres Banyumas, Satpol PP Wanita, ASN Wanita Pemda Banyumas, Persit Kodim 0701/Banyumas, Bhayangkari, Polwan SPN Purwokerto, Wanita katolik, IWAPI, Dharmawanita, GOW, IIDI, Fatayat NU, Muslimat NU,  TP PKK, Darma Kartini, Aisyah, Denwanser dan Srikandi PP.

Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan oleh Erna Husein menyatakan rasa syukurnya ke hadirat Allah Shubhanallah Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan Karunia-Nya, kita dapat kembali memperingati Hari Ibu yang ke-90. Selaku pribadi dan ketua tim penggerak PKK Kab. Banyumas mengucapkan selamat hari Ibu ke 90.

" Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kemerdekaan bangsa peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. 

Hakekat Peringatan Hari Ibu setiap 

tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. 

Sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, Hari Ibu ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional bukan hari libur. Hari Ibu juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Hari Ibu  diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup,  pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Di lain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini telah terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change), " katanya. (jack, hen)

 

sam

No comment

Leave a Response