Perangi Virus Corona ,Komisioner PBB Desak Mesir Bebaskan Para Tahanan

 

Matamatanews.com, NEW YORK—Di tengah masyarakat dunia memerangi dan menekan penyebaran virus corona, komisioner perserikatan bangsa – bangsa (PBB) untuk hak azasi manusia, Michelle Bachelet  menyatakan kekhawatiranya terhadap sesaknya penjara dan tidak bersihnya  ruangan hingga menyebabkan angka kematian narapidana fdi Mesir meningkat.

Komisioner Hak Azasi manusia PBB menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk membebaskan para tahanan politik maupun non kekerasan lainnya dalam upaya memerangi penyebaran virus corona di fasilitas tahanan yang penuh sesak.

Dalam sebuah pernyataan, Jum’at (03/04/2020) kemarin, juru bicara Michelle Bachelet, Rupert Colville mengatakan bahwa  badan dunia sangat prihatin dengan 114.000 narapidan di Mesir yang sering ditahan di penjara yang “penuh sesak,tidak sehat dan menderita kekurangan sumber daya”.

Seperti dilansir MEE, kantor PBB juga mengatakan "prihatin" tentang laporan bahwa Mesir akan "menumpas kritik di media sosial" dan membungkam para aktivis yang fokus pada pandemi. 

Laporan itu mencatat laporan orang yang ditangkap karena menyebarkan "berita palsu" tentang pandemi coronavirus, termasuk seorang dokter yang mengeluh di media sosial tentang kurangnya topeng.

"Kami menyarankan, alih-alih memberi sanksi suara kritis melalui pendekatan hukuman, pihak berwenang Mesir mengatasi disinformasi dengan memberikan informasi yang jelas, andal dan berbasis fakta serta berupaya melibatkan penduduk, dan memberdayakan masyarakat sipil untuk memerangi ancaman umum pandemi, "kata pernyataan itu.

Bulan lalu, beberapa kelompok hak asasi manusia mendesak pemerintah Mesir untuk sementara waktu membebaskan tahanan sebagai langkah mendesak untuk mencegah pecahnya Covid-19 di penjara-penjara negara itu. 

Sejak Presiden Abdul Fattah el-Sisi merebut kekuasaan dari pemerintahan Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis dalam kudeta tahun 2013, pemerintahnya telah memenjarakan lebih dari 60,00 orang yang diduga sebagai pembangkang .

Negara Afrika Utara sejauh ini mengabaikan panggilan untuk membebaskan tahanan untuk mencegah krisis kesehatan besar di penjara-nya. Pada 18 Maret, pihak berwenang di Kairo menangkap empat aktivis yang  mengadvokasi pembebasan tahanan.

"Di Mesir, di antara yang kami rekomendasikan juga harus dibebaskan adalah tahanan administratif dan mereka yang ditahan secara sewenang-wenang karena pekerjaan politik atau hak asasi manusia mereka," kata Colville, Jumat.

Mesir telah menghentikan penerbangan, menutup sekolah-sekolah dan menerapkan jam malam untuk melawan virus. Negara Afrika Utara itu memiliki 779 kasus virus korona yang dikonfirmasi dan 52 kematian terkait pada hari Jumat, menurut angka resmi.

Dua jenderal top telah meninggal setelah tertular virus. Pekan lalu, militer Egyprian mengeluarkan instruksi ketat , termasuk perintah tetap di tempat, untuk melawan pandemi dalam barisannya, menurut dokumen yang bocor. (bar/arif/mee/berbagai sumber)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response