Peran Aung San Suu Kyi Atas Rohingya Kian Dipertanyakan

 

Matamatanews.com, YANGON—Belum lama ini pasukan keamanan Myanmar dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi mendapat kecaman internasional atas penderitaan kaum minoritas muslim Rohingya. Hampir 90.000  warga muslim Rohingya telah membanjiri Bangladesh dalam 10 hari terakhir menyusul pertempuran dan bentrokan antara pejuang pembebasan Rohingya dengan militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine barat.

Kini hidup warga etnis muslim Rohingya seakan dalam kungkungan dan kekuasan rezim apartheid seperti di Afrika selatan yang tumbang oleh gerakan rakyat yang di motori Nelson Mandela pada tahun 1991 silam.  Gelombang kekerasan yang terus menghentak di negara bagian Rakhine itu membuat  komunitas internasional terhenyak.

Tindakan kekerasan, pemerkosaan dan pembersihan etnis yang konon dilakukan aparat keamanan Myanmar membuat komunitas internasional terhenyak. Myanmar yang selama ini dikenal sebagai negeri yang memiliki kesantunan, adat istiadat ketimuran dan selalu menjunjung tinggi marwah kemanusiaan sirna dalam aksi brutalnya di Rakhine.

Akibat ketidakpeduliannya, pemimpin opisisi Myanmar, Aung San Suu Kyi yang juga mantan tahahan politik militer Myanmar kini mendapat tekanan keras. Ia dianggap melakukan pembiaran terhadap aksi brutal aparat keamanan di negara bagian Rakhine. Malala Yousafsai, peraih Nobel Perdamaian asal Pakisan dalam pernyataannya di Twitter, menyatakan bahwa hatinya hancur setiap kali melihat pemberitaan.

“Setiap kali saya melihat pemberitaan, hati saya hancur karena penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar,” kata Yousafzai, yang terkenal karena selamat ditembak kepalanya oleh Taliban.

“Selama beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini,” bunyi pernyataan Malala yang diunggah di akun Twitter-nya, @Malala, Senin (4/9/2017).

”Saya masih menunggu rekan peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama. Dunia sedang menunggu dan Muslim Rohingya sedang menunggu,” tambah Malala. Mampukah  Aung San Suu Kyi mengatasi aksi kekerasan di negara bagian Rakhine dari   (cam/al jazeera/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response