PEP Akan Permudah Penyelidikan Kasus Korupsi

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Perbankan sedang melakukan koordinasi untuk membuat aturan terkait basis data transaksi perbankan yang berasal dari Politically Exposed Person (PEP) atau orang-orang yang dianggap penting.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan database PEP akan mempermudah KPK untuk penyelidikan kasus korupsi. Data tersebut dapat diperoleh ketika KPK ingin melakukan penyelidikan jadi KPK tidak perlu menunggu LHA dari PPATK yang cukup memakan waktu. PEP yang masuk dalam database belum tentu memiliki transaksi yang mencurigakan, data tersebut hanya untuk mengetahui transaksi saja.

Basaria menambahkan, “Dengan adanya database dan tanpa adanya transaksi-transaksi yang mencurigakan, semua para pejabat negara bahkan parpol akan masuk dalam database namun jika ada yang mencurigakan akan dilaporkan kepada PPATK”. Deputi Komisioner OJK Hendrikus Ivo mengatakan database PEP masih belum final dan membutuhkan koordinasi antara KPK dengan PPATK. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response