Pentagon Sebut Bandara Kabul Aman Bagi Penerbangan

 

Matamatanews.com, PENTAGON—Wakil direktur logistik Staf Gabungan Mayor Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat William Hank, pada Kamis (19/8/2021) menginformasikan bahwa bandara internasional di Kabul tetap aman dan terbuka untuk operasi penerbangan. Ia menambahkan bahwa tentara Amerika Serikat yang tersisa di Kabul sendiri masih sekitar 5.200 personil.

“Jejak kaki Amerika Serikat di bandara Kabul sekarang ada sekitar  5.200 lebih tentara di darat . Bandara Kabul tetap aman dan terbuka untuk operasi penerbangan. Sejak dimulainya operasi evakuasi pada 14 Agustus, kami telah mengevakuasi sekitar 7000 total pengungsi,” kata Mayor Jenderal William Taylor seperti dilansir India Today.

“Kami tetap waspada dan terus melakukan penilaian mendalam untuk melindungi keselamatan orang Amerika. Kami akan menggunakan semua alat di gudang senjata kami untuk mencapai tujuan ini. Saya ingin menegaskan bahwa kami benar-benar fokus pada misi ini. kepentingan nasional. Kami berkomitmen untuk evakuasi yang aman dari sebanyak mungkin orang secepat dan seaman mungkin," kata laporan CNN mengutip Mayor Jenderal William Taylor.

Dia mengatakan, prioritas utama pemerintah AS saat ini adalah menjaga keamanan Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul . “Saat ini misi utama kami terus mengamankan HKIA untuk memungkinkan warga negara Amerika dan SIV lainnya masuk dan diproses di bandara,” kata pejabat Angkatan Darat Amerika Serikat saat briefing Pentagon, Kamis.

7.000 dievakuasi oleh Amerika Serikat

Mayor Jenderal William Taylor lebih lanjut menginformasikan bahwa Amerika Serikat telah mengevakuasi sekitar 7.000 orang dari Afghanistan sejak perebutan Kabul oleh Taliban. Jumlah total orang yang pindah dari Afghanistan, katanya, bisa mendekati 12.000 orang.

“Peningkatan ini mencerminkan peningkatan kemampuan pesawat dan pengangkutan udara, pemrosesan pengungsi yang lebih cepat, serta informasi dan ketepatan pelaporan yang lebih besar,” katanya.(bar/india today)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response