Penjagal Petugas Pajak Terancam Hukuman Mati

 

Matamatanews.com-JAKARTA—Pelaku pembunuhan terhadap 2 orang petugas Direktorat Jenderal Pajak di Kepulauan Nias,yaitu Parada Toga  Fransriano Siahaan  (30),juru sita pajak negara Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga, dan  Sozanolo Lase (30) pegawai honorer kantor Pajak Gunungsitoli, Agusman Lahagu (AL) terancam hukuman mati.  Menurut pengakuan tersangka, ia melakukan tidak sendirian tetapi dibantu 4 orang temannya, yaitu AZ  alias Ana, DL  alias Dedi,MG alias Rama, dan BL alias Ama Yusu.

Pembunuhan tersebut,awalnya diakui tersangka AL (45) dilakukan sendirian dengan cara ditikam.Tetapi cerita itu,rupanya tidak dimembuat polisi percaya ,karena ketika dilakukan pemeriksaan  ditemukan  beberapa kejanggalan. Al hasil penyidik menemukan 4 tersangka baru, demikian dijelaskan Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua kepada wartawan pada Rabu (13/4/2016) lalu.

Selama ini pelaku dikenal sebagai cukong karet mentah lokal yang cukup disegani dilingkungannya,karena memiliki anak buah yang selalu berjaga membawa senjata tajam. Dan pembunuhan itu dilakukan tersangka di Jalan Yos Sudarso, Desa Hilihao,Km 5 Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Disebutkan sejumlah sumber, meski terbukti telah melakukan pembunuhan Agusman Lahagu  tidak menunjukkan raut penyesalannya ketika  menceritakan kronologis kejadian kepada polisi.”Meski tidak dalam keadaan terborgol ketika diperiksa, ia menceritakan  kejadian dengan wajah datar tanpa rasa bersalah,”jelas sumber ini kepada Matamatanews.com.

Di kalangan para pengusaha karet, Agusman Lahagu dikenal sebagai pedagang perantara atau tengkulak.”Dia bukan anggota Gapkindo seperti perkiraan banyak orang.Dia pedagang biasa,dan tidak terlalu besar. Kerjanya membeli karet dari petani lalu menjualnya kepada pabrik,tetapi dia memang dikenal sebagai juragan yang punya anak buah dan kadang arogan,”tambah sumber ini yang keberatan ditulis namanya.

Direktur Jenderal Pajak  Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi, mengatakan bahwa tersangka Agusman telah menunggak pembayaran pajak selama 2 tahun 6 bulan, sebesar Rp 14 miliar. Sedangkan Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Mekar Satria Utama, pajak Rp 14 miliar itu merupakan pajak perseorangan,bukan perusahaan. Tunggakan pajak pribadi sebesar itulah yang kemudian membuat Agusman kalap lalu mengirim kedua petugas pajak itu ke akhirat.

Kini Agusman dan pelaku lainnya dikenakan pasal 340 subsider Pasal 338, dan pasal 170 ayat 1,ayat 2, ke 1e,2e,3esubsider Pasal 351 ayat 1,ayat 2,ayat 3, dan Pasal 214 subsider 212 jo pasal 55 dan Pasal 56 dari KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati.
“Dia layak mendapat hukuman mati,setimpal dengan perbuatannnya karena telah menghilangkan nyawa orang lain dengan cari biadab. Karena selama ini ia dikenal banyak dibekingi oknum dilapangan sehingga sulit untuk ditangkap. Dengan kasus ini,kami berharap polisi bisa bersikap profesional tanpa pandang bulu hingga hukum bisa ditegakkan,”harap sumber ini mengkahiri perbincangan. (Robby PP/Samar/berbagai sumber)

 

    

 

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response