Penjaga Perbatasan Rawan Tindak Korupsi

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan Dwijo Muryono mengatakan bahwa tingkat kesejahteraan penjaga lintas batas yang masih minim menjadi celah untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam acara International Business Integrity Conference (IBIC) di Jakarta, rabu (16/11/2016) Dwijo menerangkan,”Tingkat kesejahteraan penjaga memberikan kesempatan untuk melakukan korupsi, ditambah dengan letak tempat yang sangat jauh dari pemerintah pusat”.

Dwijo menambahkan, perbedaan tempat penjagaan ikut mempengaruhi tingkat kesejahteraan penjaga, karena harga kebutuhan sehari-hari yang berbeda-beda tergantung lokasi penjagaan tetapi gaji para pegawai yang bertugas sebagai penjaga perbatasan sama.

Para pelintas batas yang membawa barang-barang impor dengan menggunakan Kartu Indentitas Lintas Batas (KILB) menjadi masalah tersendiri bagi para penjaga perbatasan untuk melakukan tindak korupsi. Kartu tersebut di keluarkan oleh kantor pabean untuk pelintas batas yang membawa barang impor setelah memenuhi semua persyaratan tertentu.

Perwakilan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), John Coyne mengatakan untuk mengurangi hal semacam ini harus ada komunikasi antar negara yang bersangkutan untuk mencegah tindak korupsi. (Atep/berbagai seumber)

sam

No comment

Leave a Response