Penggunaan Obat Pereda Nyeri Dapat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Diindikasi dalam sebuah studi baru-baru ini yang dipublikasi dalam jurnal BMJ menyatakan bahwa obat Pereda nyeri yang digunakan secara luas dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Para peneliti the University of Montreal Hospital Research Center (CRCHUM) mengatakan obat anti radang non-steroid (NSAID) dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada minggu pertama penggunaannya dan khususnya pada bulan pertama sejak mengkonsumsi obat tersebut dalam dosis tinggi.

“Dokter harus mempertimbangkan risiko serta manfaat dari obat-obat NSAID sebelum memberikan obat tersebut khususnya dalam dosis tinggi,”

Bentuk-bentuk obat NSAID yang biasa termasuk di antaranya diclofenac, ibuprofen, dan naproxen.

Dalam studi-studi sebelumnya telah mengasosiasikan peningkatan risiko serangan jantung dengan konsumsi obat-obatan NSAID. Namun, studi ini hanya mengamati waktu, dosis, dan jangka konsumsi.

Studi-studi yang diamati para peneliti sebelumnya di Kanada, Finlandia, dan Inggris. Menyatakan dari 446.763 orang yang diamati terdapat sekitar 61.640 di antaranya mengalami serangan jantung.

Dalam pernyataannya, para peneliti mengatakan bahwa mengkonsumsi obat-obat NSAID dengan dosis berapapun untuk jangka waktu satu minggu, satu bulan atau lebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko serangan jantung.

“Jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi obat-obatan NSAID, secara keseluruhan persentase risiko serangan jantung antara 20 hingga 50 persen lebih tinggi,” ungkap para peneliti.   

Menurut peneliti, risiko meningkat sejalan dengan meningkatnya dosis pada bulan pertama penggunaan. Peningkatan risiko tidak terjadi untuk durasi perawatan yang lebih panjang.

Para peneliti menyarankan untuk waspada dalam mengkonsumsi obat-obat NSAID dan jangka waktu konsumsinya diusahakan sesingkat mungkin. Studi ini tidak mempertimbangkan faktor-faktor potensial lainnya terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung. (Adith/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response