Penggerebekan Desa Tiongkok Yang Berada Di Tengah Hutan

 

Matamatanews.com, BOGOR – Kantor Imigrasi Kelas II Bogor kembali menertibkan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok di Bogor, Jawa Barat. Petugas Imigrasi mengendus keberadaan TKA di kawasan tambang emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Terdapat dugaan bahwa di kawasan tersebut telah dibangun “Desa Tiongkok” yang berisi puluhan hingga ratusan TKA ilegal.

Seperti yang dilansir Jawa Pos, Selasa (10/1/2017) petugas imigrasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor, Herman lukman dan di ikuti oleh dua orang wartawan Radar Bogor. Untuk mencapai lokasi yang menjadi target, tim harus melewati medan yang sangat terjal bahkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Setelah melalui perjalanan yang panjang menembus tepian hutan, akhirnya tim berhasil sampai di tempat tujuan. Di tempat tersebut terdapat asrama-asrama yang bertempelkan kertas merah dengan tulisan bahasa Mandarin.

Setelag melakukan penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sembilan orang. “Ada sembilan orang kabur, kita berhasil tangkap. Kemudian kita sisir sampai Kampung Cihideung (Desa Centak manik), disini ada bosnya”, tegas Herman.

Dilain tempat, tim kedua setelah melewati perkebunan sawit, Kampung Wates, Desa Banyuwangi, Cigudeg, Kabupaten Bogor dan melewati perkebunan teh serta kawasan hutan milik Perhutani. Akhirnya tim sampai di tempat tujuan, namun tim dapat menemukan apapun disana, yang ada hanya asrama kosong saja.

Setelah melanjutkan perjalanan melewati lokasi penambangan PT Bintang Sindai Mineral Geologi (BCMG), tim berhasil mengamankan satu orang WNA yang bernama Yang Xiao Yui (53 tahun) dari asrama yang berada disana. Kemudian petugas melakukan penyisiran pada beberapa asrama lainnya.

Saat melakukan penyisiran pada asrama kelima, petugas berhasil menemukan satu orang WNA bernama Chen li zhe (52 tahun) yang sedang bersembunyi didalam kamar. Selain itu, petugas berhasil mendapatkan keterangan dari seorang warga, Riski yang mengatakan bahwa pada pagi hari terdapat banyak WNA yang sedang berkumpul di lingkungan asrama. Diduga operasi kali ini telah bocor sehingga WNA melarikan diri ke atas bukit atau ketempat persembunyian lain.

Dari tempat tersebut, petugas menemukan sayuran yang ditanam secara acak, seperti daun bawang dan seledri namun tidak sama dengan yang berada di Indonesia. “Itu bibit dan resepnya di bawa di Tiongkok”, ujar Riski.

Dari hasil penertiban tersebut petugas berhasil menangkap 20 TKA ilegal, namun masih banyak TKA ilegal lainnya yang bersembunyi dan belum dapat ditemukan. Herman mengatakan bahwa mayoritas TKA masuk melalui jalur resmi namun melanggar izin tinggal. Herman menambahkan keberadaan TKA asal Tiongkok tidak tercium keluar karena lokasi “Desa Tiongkok” berada di tengah hutan yang medannya cukup sulit untuk dijangkau. (Atep/jp/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response