Pengemplang Pajak Rp 43 Miliar Akhirnya Masuk Bui

 

Matamatanews.com-SURAKARTA—Akhirnya pengusaha wanita  berinisial SDH  di Surakarta,Jawa Tengah ini disandera Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah II,karena yang bersangkutan menunggak pajak sebesar Rp 43,05 miliar dan tidak memiliki itikad untuk melunasinya.” Padahal, dia mempunyai kemampuan untuk melunasinya,” kata Kepala Kantor Wilayah Pajak Jawa Tengah II, Lusiani, Jum’at (27/5/2016).

Pengusaha ini,merupakan wajib pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Dia bergerak di bidang perdagangan gula pasir dan tepung terigu. Sebelum menindak, kata Lusiani pihaknya mencoba melakukan pendekatan dan meminta agar yang bersangkutan melunasi utangnya. Tetapi, upaya itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya  Kanwil DJP Jawa Tengah II memutuskan untuk melakukan penyanderaan setelah mendapatkan izin dari menteri keuangan.

Penyanderaan itu,kata Lusiani sudah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 19/1997 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor  19/2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Disitu disebutkan ,bahwa penyanderaan bisa dilakukan terhadap penanggung pajak yang memiliki utang pajak sekurang-kurangnya Rp 100 juta dan diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.

“Penyanderan ini akan diakhiri apabila wajib pajak telah melakukan pelunasan utang pajak,”kata Lusiani. Ia menambahkan, SDH kini dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 A Surakarta,Jawa Tengah. Masa penyanderan itu berlangsung untuk jangka enam bulan dan bisa diperpanjang jika yang bersangktan belum melunasi utangnya. “Kam berharap ini menjadi pelajaran bagi para penunggak pajak yang lain,”.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,memang pada awal Mei lalu telah membuat daftar penunggak pajak yang akan ditarget pada tahun ini. Bila tak melunasi tunggakan, wajib pajak tersebut harus bersiap disandera atau gijzeling dalam penjara.  Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Mekar Satria Utama menyatakan ada 37 wajib pajak yang dinyatakan sebagai penunggak pajak. Itu meliputi 30 wajib pajak badan dan 7 wajib pajak orang pribadi.

Dari total tersebutm ada 42 penanggungjawab pajak yang harus siap bertanggungjawab atas tunggakan. Dalam wajib pajak badan,penanggung pajak yang bertanggungjawab bisa 3  hingga 4 orang. Siapa yang masih nunggak pajak,hayo ngaku? (Samar/MI)

 

sam

No comment

Leave a Response