Pengamat Ekonomi Islam Sebut Sri Mulyani Jelas Tak Mampu, Tapi Tidak Mau Mundur

 

Matamatanews.com, JAKARTA— Menurut Sri Mulyani ekonomi kita kwartal 3 belum bisa tumbuh, diperkirakan masih minus 1,1% - 0,2 %. Untungnya mayoritas rakyat kita tidak paham dan tidak peduli pada kegagalan para pejabatnya, jadi mereka mau berkuasa terus, sampai kiamatpun rakyat tidak masalah. 

Pengamat Ekonomi Islam Imbang Djaya menuturkan, hanya para intelektual negeri ini yang paham kegagalan pemerintah. 

"Jumlah mereka yang kritis pada pemerintah hanya beberapa orang saja, maka kebodohan berjamaah yang dilakukan para pejabat terus dipertahankan. Cepat atau lambat bangsa dan negara ini akan sampai pada takdirnya, selamat atau hancur adalah ketetapan Allah SWT juga, " ungkapnya.

Menurutnya, penerapan PSBB yang tanggung diseluruh Indonesia dijawab dengan peningkatan orang yang terinfeksi Covid-19, rata-rata mencapai 3000 orang. Jelas fasilitas dan tenaga kesehatan pasti tidak akan mampu menanggulangi pandemik maut ini. Jadi semua orang diminta negara untuk mengurus dirinya masing-masing.

"Sang virus maut yang tidak kenal jabatan atau profesi manusia ini, sudah makan korban 115 dokter. Jadi jangankan orang biasa, dokter pun tidak sanggup mengatasi sang virus tersebut. Tidak heran jika pengurus IDI makin ketar ketir, karena anggotanya terancam habis gara-gara gugur satu persatu, " ujarnya.

TERUS BAGAIMANA DENGAN KITA ?

"Tidak ada cara lain, mau tidak mau kita hanya bisa berharap pada Allah SWT saja. Sudah jelas rezim berkuasa tidak bisa apa-apa, semuanya hancur baik urusan kesehatan, ekonomi, sosial, politik dan hankam. Jadi mau berharap apa kita pada orang-orang yang mengurus dirinya saja tidak mampu, " tegas Imbang. (Javi/Nusa)

redaksi

No comment

Leave a Response