Pengamat Ekonomi Islam Mengatakan,Beruntung Rakyat Sudah Terbiasa Susah

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Islam Imbang Djaya mengatakan  bahwa, beruntung rakyat bahwa terbiasa susah,  sehingga tekanan ekonomi akibat Pandemi COVID-19 tidak berpengaruh banyak pada rakyat jelata. Menurutnya, hanya kaum menengah yang benar - benar babak belur, apalagi yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), semua rencana telah disusun secara matang hancur dan babak belur. 

"Rakyat jelas semakin susah dan semakin miskin, tapi karena terbiasa "Hidup Untuk Hari Ini", mereka sudah sangat puas jika ada makanan untuk hari ini," kata Imbang membuka pembicaraan.

Imbang yang juga Alumni ITB ini beranggapan bahwa sebenarnya pemerintah tidak perlu khawatir pada rakyat jelata. Mereka ikut saja apa kata pemerintah, yang gawat adalah kaum menengah keatas, mereka yang pro dan anti Jokowi saat ini sama - sama menyerang pemerintah, baik yang langsung seperti Ribka Tjiptaning atau Abroncius Nababan dan Abu Janda yang bikin pemerintah panas dingin karena gara - gara mereka Papua makin gawat. 

"Ramalan - ramalan dan asumsi - asumsi para pejabat terkait bidangnya masing - masing terlihat sebagai upaya agar mereka tidak diganti. Jadi semua pejabat berusaha membuat kejutan agar Jokowi kagum. Sialnya keadaan bukan membaik, bahkan ada yang meramalkan Jokowi tidak sampai 2024 sudah dipaksa lengser," lanjut Imbang. 

"Kehebohan - kehebohan tersebut merangsang kaum menengah atas tapi tidak diperhatikan rakyat, mereka sibuk cari makan masing - masing. Jadi antara pemerintah dan rakyat masing - masing mengerjakan sesukanya," ucapnya menutup perbincangan. (Javi)

 

redaksi

No comment

Leave a Response