Pengamat Dunia Islam Sebut Pemblokiran Uang Pekerja Palestina Tindakan Biadab

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Pemerintah Israel tampaknya semakin kehilangan akal sehatnya dalam menghadapi  warga Palestina,terutama di Jalur Gaza. Seperti dilansir Al-Risalah, pemerintah Israel telah memblokir duit para pekerja Palestina sebesar 10 miliar dolar Amerika Serikat.

Uang tersebut sebenarnya merupakan utang yang harus dibayarkan Israel kepada para pekerja Palestina, namun rupanya negara Yahudi itu lebih memilih memblokir ketimbang membayarkannnya. Menanggapi sikap arogan Israel  tersebut, Pengamat Dunia Islam dan Pegiat Bisnis Urusan Timur Tengah dan Eropa Imbang Jaya mengatakan, bahwa pada ahkhirnya pemerintah Israel memperlihatkan watak aslinya sebagai penjajah.

“ Karena hanya penjajah yang bisa melakukan hal seperti itu, padahal mereka tahu uang tersebut merupakan utang yang harus dibayarkan kepada para pekerja Palestina. Negara yang selalu mendapat legitimasih komunitas internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa  dan selalu mendapat pembelaan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan lainnya ternyata memiliki mental yang memalukan,’’ cetus pria yang akrab disapa Imbang ini kepada  Samar  dari  Matamatanews.com di kantornya dibilangan Sawangan,Depok, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018) kemarin.

Seperti dilaporkan Al Risalah, dalam sebuah pertemuan dengan delegasi Uni Federasi Internasional (UNI) yang dipimpim Ann Celine, ia menyeru perlu adanya tekanan politik terhadap pemerintah zionis tersebut untuk mengembalikan uang tersebut kepada para pekerja Palestina.

Kabar pemberitaan pemblokiran uang para pekerja Palestina oleh pemerintah Israel dibenarkan Wakil  Menteri Pekerjaan Otoritas Palestina, Samer Salama, Senin (19/3/2018) lalu. Akibat pemblokiran tersebut seluruh pekerja mendapat perlakuan tidak mengenakan,terutama di pos pos pemeriksaan militer dengan berbagai perlakuan dan tindakan semena-mena.

“Artinya mereka sudah kehilangan logika sehatnya sehingga dengan cara apapun dilakukan meski harus melanggar hak azasi manusia sekalipun, dan seperti biasa negara-negara besar lainnya hanya bisa mengecam tanpa berani bersikap mengambil tindakan tegas. Inilah salah satu tindakan kalap yang dilakukan  negara Yahudi  dalam  menghadapi Palestina dengan cara pemblokiran, meski menabrak logika dan norma-norma maupun hak azasi manusia. Intinnya terlalu biadablah, sudah uangnya diblokir diperlakukan sewenang-wenang,”kata Imbang.

Lebih lanjut Imbang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Israel merupakan perwujudan dari rasa benci mereka terhadap kaum Muslimin terutama rakyat Palestina yang hingga kini tiada henti memperjuangkan hak dan tanah yang dirampas Israel.

Zionis  Yahudi  terkutuk tambah Imbang kerjanya hanya bisa menebar teror dan maut, dan kali ini yang menjadi sasarannya duit para pekerja Palestina. Menurut Imbang, kisah Israel memang tidak pernah luput dari teror dan tragedi kemanusiaan. Kaum zionis ini tiada hentinya membantai penduduk Palestina yang tidak berdosa.

David Ben Gurion , salah seorang tokoh Zionis internasional memproklamasikan  berdirinya Israel yang kawasannya  meliputi setengah wilayah Palestina pada tanggal 4 Mei 1948. Prose pendirian negara ilegal ini dimulai sejak 1917, setelah Perang Dunia (PD) berakhir ketika Inggris menduduki Palestina.

Pada masa itu kata Imbang, penduduk asli Palestina yang terdiri dari kaum Muslim, Yahudi, dan Kristnen hidup berdampingan dengan damai. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-Bangsa menyetujui didirikannya negara khusus untuk kaum Yahudi di atas tanah yang diduduki Inggris tersebut.

Sejak saat itu, organisasi-organisasi Zionis melakukan pengiriman kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Palestina. Organisasi-Organisasi teror Zionis seperti Irgun dan Hagana, juga Lehi (Stern Gang) melakukan berbagai teror dan pembunuhan massal untuk menakut-menakuti bangsa Palestina untuk pergi meninggalkan tanah air mereka.

Gancang cerita, kata Imbang pada bulan November 1947 , Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina, yaitu Arab dan Yahudi, dan Baitul Maqdis dijadikan sebagai zona internasional. Inggris mengumumkan akan keluar dari Palestina pada tanggal 15 Mei 1948, namun beberapa jam sebelumnya, Ben Gurion memproklamasikan berdirinya negara Israel di tanah bekas pendudukan itu, Dan ia menjadi perdana menteri pertama Israel.

Sejak itulah, urai Imbang kelompok-kelom[pok teror mulai menebar maut di bumi Palestina. Kelompok-kelompok teror yang terkenal adalah Irgun dan Lehi (Stern Gang). Beberapa aksi yang dilancarkan oleh Irgun dan Lehi antara lain, pengeboman King david Hotel tahun 1946 di kota Yerusalem yang menewaskan 91 orang (41 orang Arab, 28 orang Inggris dan 17 orang Yahudi) , penggantungan dua prajurit Inggris tahun 1947, pengeboman Hotel Semiramis di Yerusalem tahun 1947 yang menewaskan 22 orang Palestina, termasuk wanita dan anak-anak.

“ Sejarahnya jelas, Israel itu tidak punya negara dan bisanya hanya bikin teror dan pembunuhan sehingga segala cara apapun akan dilakukan. Dan kini meski  perlakuan negara Zionis tersebut sering berlaku kejam dan semena-mena terhadap rakyat Palestina, namun sejumlah negara muslim belum mampu melakukan penekanan terhadap tindakan Israel.Dan saya  kadang suka miris, bila masih ada ulama atau organisasi Islam yang menyatakan bahwa persoalan Palestina bukan urusan kita. Kini kita lihat saja mampu tidak uni federasi internasional menekan Israel untuk mengembalikan uang pekerja Palestina, jika tidak itu artinya negara Yahudi itu memang telah merencanakanny secara sistemik,” pungkas, pria yang tengah menggodok pembangunan perumahan untuk para prajurit di bilangan Jonggol, Bogor, Jawa Barat mengakhiri perbincangan. (samar)

 

 

sam

No comment

Leave a Response