Pengalaman Kiky Srirejeki Merayakan Hari Kemerdekaan Di Negeri Kanguru

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Ketika kita sedang merayakan ulang tahun ke-76 kemerdekan RI, saat itu pula kita memasuki tahun kedua pandemi Covid-19. Punya makna mendalam dan mengharukan dengan pemberitaan di media sosial bahwa ada kenalan dan saudara yang sakit ataupun wafat. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. usai bincang-bincang jarak jauh dengan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed Kiky Srirejeki di Perth, Australia pada hari Kamis 02 September 2021.

Einstein mengungkapkan bahwa untuk bisa bertahan hidup di negeri orang dibutuhkan keberanian keluar dari zona nyaman, semangat yang kuat, menyingkirkan sikap tidak percaya diri, tekad dan kerja keras.

Sementara Kiky Srirejeki yang tengah menempuh S3 di University of Western, Perth, Australia mengatakan bahwa perayaan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2021 mungkin tidak semeriah ketika sebelum pandemi. Namun hal itu kata Kiky tidak berlaku untuk teman-teman pelajar Indonesia yang saat itu sedang belajar di Negeri Kanguru, tepatnya di Australia Barat. 

Kiky mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kesempatan berharga menjadi petugas upacara pada perayaan kemerdekaan Indonesia di KJRI Perth, bersama beberapa mahasiswa Indonesia lainnya. Sebelumnya dia harus mempersiapkan diri dengan melakukan tiga kali pelatihan.

Ahli Akuntansi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed ini menjelaskan bahwa Upacara Bendera yang dilakukan di KJRI Perth dilakukan dengan khidmat dihadiri oleh berbagai kelompok masyarakat serta perwakilan masyarakat Indonesia yang ada di Perth dan sekitarnya. Kiky mengatakan dirinya merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi petugas upacara dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman komunitas Indonesia di Perth. Mendengarkan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu kebangsaan kata Kiky, memberi nuansa haru tersendiri baginya. 

Kiky menuturkan bahwa perayaan hari kemerdekaan tak lengkap rasanya tanpa lomba-lomba. Berbagai khas lomba 17-an juga diselenggarakan oleh warga Nedlands, komunitas Indonesia yang berada di wilayah Nedlands, Australia Barat. Panitia dari AIPSSA (Association of Indonesian Postgraduate Students and Scholars in Australia) dibantu oleh warga Nedlands, menyelenggarakan berbagai lomba di antaranya, lomba untuk anak-anak seperti makan kerupuk, mewarnai, menyanyi lagu kebangsaan, balap karung. Sedangkan lomba untuk dewasa antara lain lomba tebak lagu serta kuis pengetahuan tentang Indonesia. 

"Meski jauh dari tanah air, namun rasa kekeluargaan dan gotong royong khas Indonesia begitu kental sehingga rasa rindu terhadap tanah air sedikit terobati," kata Kiky mengakhiri. (Hen)

redaksi

No comment

Leave a Response