Penderitaan Warga Palestina Semakin Menumpuk, Wanita dan Anak-Anak Diambang Kematian

 

Matamatanews.com, GAZA—Lengkap sudah penderitaan warga Palestina di Kota Gaza, ketakutan dan kecemasan mencekam para ibu Palestina belakang ini kian menumpuk ketika  menyaksikan penderitaan anak-anak mereka yang kekurangan gizi dan minimnya perawatan medis akibat blokade tentara Israel di Kota Gaza masih terus  berlanjut.

Kini beberapa dari anak-anak tersebut dirawat di rumah Sakit Kamal Adwan di kota Beit Lahia di Gaza utara, kondisi kesehatan mereka kini kian memburuk dengan cepat seiiring dengan penurunan berat badan mereka ditengah kelangkaan makanan,air, dan persediaan obat-obatan.

Seperti diketahui blokade yang dilakukan Israel di Kota Gaza telah berlangsung selama 175 hari hingga warga Palestina mnederita berkepanjangan. Kini di salah satu ranjang rumah sakit terbaring Jana Ayad (8 tahun), dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk akibat kekurangan gizi yang meluas di Gaza utara, yang diperburuk oleh blokade pendudukan yang mencegah masuknya bantuan.

Di samping ranjang rumah sakit, ibu Jana menemaninya, merasa tidak berdaya dalam memberikan bantuan apa pun kepada putrinya di tengah dampak agresi tersebut.

“Kondisi yang dialami putri saya karena kekurangan makanan telah menyebabkan malnutrisi parah dan kekurangan vitamin, protein, dan kalsium dalam tubuhnya,” kata sang ibu kepada Anadolu Agency seperti dikutip kantor berita dan informasi Palestina WAFA, suaranya bergetar karena kesakitan. “Tubuh putri saya menjadi lemah, dan berat badannya turun secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.”

Mengingat kondisi putrinya sebelum perang, sang ibu mengatakan bahwa Jana “dulu aktif, bermain, dan berinteraksi dengan orang lain tanpa keluhan kesehatan apa pun, namun saat ini dia menderita di tempat tidur, tidak dapat bergerak dan kesulitan berbicara.”

Dia berharap putrinya dapat meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan yang diperlukan setelah agresi Israel menyebabkan kerusakan parah pada rumah sakit dan pasokan medis.

Serangan udara dan penembakan artileri Israel telah menyebabkan 32 rumah sakit dan 53 pusat kesehatan di seluruh wilayah kantong yang terkepung tidak dapat beroperasi, selain menargetkan 155 fasilitas kesehatan.

Sakit paru paru

Seperti ibu Jana, ibu dari Noor Al-Huda Mohammed yang berusia 11 tahun takut kehilangan nyawa putrinya di tengah kekurangan perawatan dan makanan di rumah sakit, terutama di Gaza utara.

“Putri saya menderita penyakit paru-paru (belum terdiagnosis) dan jumlah darah rendah, serta kekurangan gizi, yang berdampak negatif pada hidupnya,” kata sang ibu kepada Anadolu Agency. “Setiap hari, kondisi putri saya semakin memburuk karena kurangnya makanan dan pengobatan di Gaza.”

Sang ibu menginginkan perawatan yang diperlukan dan makanan sehat untuk putrinya, dan izin baginya untuk meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan medis yang diperlukan.

Menurut data Palestina dan PBB, ketika nyawa Jana, Noor Al-Huda, dan lainnya berada dalam bahaya, agresi Israel dalam perangnya di Jalur Gaza telah merenggut nyawa lebih dari 13.000 anak-anak, di antara puluhan ribu korban sipil, dan kelaparan yang telah terjadi  merenggut nyawa anak-anak dan orang tua.(cam/wafa)

redaksi

No comment

Leave a Response