Pemimpin AS Yang Baru, Akan Hadapi Tantangan Lebih Rumit

 

Pemerintahan Amerika yang baru akan menghadapi beragam ancaman global dan lebih rumit. “Siapapun Pemimpin AS nantinya harus siap menghadapi berbagai ancaman dan beragam yang pernah dilihatnya dalam kurun waktu 50 tahun lebih.” kata Direktur Intelijen Nasional Amerika James Clapper.

Matamatanews.com, WASHINGTON  — Dalam KTT Keamanan Nasional dan Intelijen Tahunan di Washington DC, Rabu (7/9/2016), didepan pemimpin komunitas intelijen swasta dan pemerintah yang hadir James Clapper mengatakan bahwa “Saat ini kita hidup dalam dunia yang tidak stabil dan tidak dapat diprediksi”, dimana dua per tiga dari seluruh negara di dunia beresiko mengalami ketidakstabilan dalam beberapa tahun mendatang. Serta perubahan iklim akan menjadi faktor penting yang mendorong ketidakstabilan dalam beberapa puluh tahun mendatang.

“Sumber-sumber makanan dan air akan diperebutkan disebagian besar pusat penduduk, dan pemerintah akan menghadapi kesulitan untuk mengendalikan wilayah mereka. Faktor-faktor tersebut dan kehancuran ISIS, akan memicu munculnya teroris lain yang lebih ekstrim yang terus mengimbas kita pada masa depan” kata James Clapper.

Intelijen yang akan menjadi lawan Amerika dan dunia intelijen secara tradisional ialah Rusia, Cina, Korea Utara dan Irak, katanya. Ditambahkannya, perubahan teknologi juga akan terus menimbulkan masalah. Clapper mengatakan sejumlah perkembangan, seperti intelijen artisifial, printer tiga dimensi dan mobil swa-kemudi bisa merevolusi kehidupan kita menjadi lebih baik, sekaligus menimbulkan tantangan intelijen yang sulit diprediksi.

Clapper juga mengatakan siapapun presiden yang akan memerintah kelak, ia dan para pemimpin keamanan nasional yang baru akan menghadapi tantangan-tantangan tersebut, dan “kita akan baik-baik saja”. (Did/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response