Pemerintah Libatkan Masyarakat Perangi Hoax di Media Sosial

 

Matamatanews.com, JAKARTA –Menteri Kominukasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan pemerintah akan terus berupaya untuk mengurangi serta meyaring berita tidak benar alias ‘hoax’ . Selain gandeng Google dan Facebook, pemerintah juga libatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menyaring berita palsu.

Menurutnya, kelompok masyarakat hingga individu dapat menggunakan fasilitas Google News Lab, salah satu layanan yang disediakan Google untuk menyaring hoax tersebut. selain itu, akan ada program training atau workshop tentang keberadaan berita tidak benar itu. Serta secara khusus, Rudiantara meminta media untuk mengikuti program tersebut.

“Sebagai individu kita dapat membantu saring hoax. Jika terima info meragukan pastikan untuk klarifikasi,” tuturnya kepada awak media, Jakarta, Kamis, (02/02/20170).

Pemerintah juga telah meminta Facebook agar bergerak cepat menghapus konten-konten yang dilarang. Meski kontrak kerjasama dengan Facebook masih perlu pembicaraan.

“Undang-undang (UU) khusus peredaran hoax memang belum direncanakan pemerintah, karena terkait waktu pembuatan UU yang cukup panjang serta cepatnya peredaran hoax di dunia maya,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika.

Satu hal yang akan dilakukan pemerintah yakni mendorong komunitas masyarkat membentuk kode etik berperilaku di media sosial. Dengan harapan masyarakat sadar akan dampak serta risiko sebelum menyebarkan berita. Indonesia saat ini tengah memiliki UU ITE yang berisi sanksi bagi para penyebar konten tidak layak menurut pemerintah, termasuk peredaran hoax.

“Sanksi tersebut ditujukan kepada pemilik akun, bukan penyedia situs. Tapi kami terus ajak Facebook dan lainnya untuk mengurangi hal tersebut,” ujar Rudiantara.

Ia juga menghimbau masyarakat tidak terjerumus untuk menyebarkan hoax. Dalam surat yang dilayangkan Kementerian Kominfo kepada media sosial menyatakan bahwa pemerintah meminta media sosial bekerjasama menangkal berita palsu.

Samuel A. Pengerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika (Aptika) Kemeterian Komunikasi dan Informatika menyatakan penyebaran berita palsu tidak hanya merugikan masyarakat , kredibilitas media sosial pun akan menurun. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response