Pemerintah Inggris Harus Minta Maaf Terkait Pemukiman Yahudi Di Palestina

 

Matamatanews.com.PALESTINAPemerintah Palestina desak Inggris minta maaf terkait pemukiman Yahudi. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas meminta pemerintah Inggris minta maaf karena telah mendeklarasikan dukungan atas berdirinya pemukiman Yahudi pada 1917 silam di Palestina. Ia juga meminta agar kedaulatan Palestina di akui sebagai negara.

Pada pertemuan, Kamis (22/9/2016) di Mejelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Abbas menyatakan bahwa rakyat Palestina telah menderita karena Deklarasi Balfour yang didukung Inggris. Disebutkan dalam deklarasi tersebut bahwa pemerintah Inggris mendukung pembangunan pemukiman nasional kaum Yahudi di Palestina yang seharusnya tidak merusak hak hidup orang lain.

“ Kami meminta kepada Inggris Raya, untuk mengambil pelajaran dan bertanggung jawab secara sejarah, hukum, politik, Material, dan moral atas konsekwensi deklarasi. Termasuk meminta maaf kepada rakyat Palestina atas bencana, penderitaan dan ketidakadilan yang didukung deklarasi. Serta Inggris harus melakukan tinadakan memperbaiki bencana dan memperbaiki konsekwensinya, termasuk mengakui kedaulatan Palestina sebagai negara. Menjelang peringatan 100 tahun deklarasi ini.” Ujar Abbas.

Seperti dikutip Reuters abbas mengatakan “ Ini hal kecil yang bisa Inggris lakukan. ”Abbas juga menyinggung resolusi PBB yang bersejarah, yakni resolusi Majelis Umum PBB tahun 1948 yang membagi Palestina menjadi dua negara. Ia juga menyinggung perang pada tahun 1967 ketika Israel mengokupasi Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pernyataan Abbas tuai kritikan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang menyatakan bahwa Abbas hanya berfokus pada deklarasi.

“ Presiden Abbas baru saja menyerang Deklarasi Balfour, yang telah terjadi 100 tahun lalu. Ia juga sedang mempersiapkan gugatan terhadap Inggris terkait deklarasi tersebut. Ini soal terjebak di masa lalu.” tutur Netanyahu dalam isi pidatonya di Podium yang sama.

Netanyahu juga mengkritik PBB karena kerap kali mengesahkan resolusi yang mengecam Israel. “ PBB, yang dimulai sebagai kekuatan moral, kini berubah menjadi lelucon moral.” ujarnya dalam isi sambutan. Desakan Palestina kepada Inggris sudah terlihat sejak Juli lalu, ketika sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan Menteri Luar Negeri Palestina, Riad al-Malik membaca pidato atas nama Abbas, meminta agar KTT Arab mendukung Palestina dalam penyusunan tuntutan hukum terhadap pemerintah Inggris. (adit/Berbagai sumber).

sam

No comment

Leave a Response