Pembunuh Dubes Rusia Dihukum Seumur Hidup dan Tanpa Pembebasan Bersyarat

 

Matamatanews.com, ANKARA—Hari Selasa (9/3/2021) kemarin Pengadilan Turki menjatuhkan penjara seumur hidup terhadap lima pelaku pembunuhan duta besar Rusia di Ankara, Turki pada 19 Desember 2016 lalu.Seperti diketahui, duta besar (Dubes) Rusia untuk Ankara, Turki, Andrei Karlov ditembak mati oleh seorang polisi yang sedang tidak bertugas saat berbicara pada ia menghadiri pembukaan pameran foto di Ankara.

Pria yang diketahui bernama Mevlut Mert Altintas, 22, itu sambil melepaskan tembakan meneriakkan “ Allahu Akbar” dan “ Jangan lupakan Aleppo”.Sang dubes tewas seketika ditempat kejadian akibat tembakan Mevlut.

Selasa (9/3/2021) kemarin, pengadilan Turki menjatuhkan dua pelaku dengan hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat kepada tiga pelaku, adapun dua pelaku lainnya diganjar satu hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Salah satu terdakwa disebut sebagai otak dari serangan itu dan yang lainnya merupakan mantan perwira intelijen yang diyakini telah membocorkan informasi tentang Karlov ke jaringan yang mempekerjakan mereka.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan gerakan ulama yang berbasis di AS, Fethullah Gulen, disebut berada di balik pembunuhan itu, meski pada akhirnya tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Gulen. Pihak kedutaan di Ankara juga menyalahkan Gulen atas peristiwa penyerangan terhadap Karlov.

Pada 2018, Turki mendakwa 28 orang atas pembunuhan tersebut, mereka menyebut Gulen sebagai tersangka utama. Para tersangka dituduh mencoba menggulingkan tatanan konstitusional, keanggotaan organisasi teroris, dan pembunuhan berencana.Kasus Gulen dan sembilan lainnya ditangani secara terpisah.(cam/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response