Pembentukan Badan Intelijen Pertahanan Tinggal Tunggu Perpres

 

Matamatanews .Com,JAKARTA— Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryamcudu berencana membentuk intelijen pertahanan untuk membantu kementrian yang dipimpinnya. Ryamizard mengatakan bahwa hampir semua Kementrian Pertahanan di Dunia mempunyai intelijen sedangkan dirinya tidak mempunyai intelijen sehingga sulit dalam memutuskan keputusan  yang bersifat penting, karena menurutnya hal yang “lucu” jika kementrian pertahanan yang merumuskan kebijakan atas Tentara Nasional Indonesia, tetapi tidak mempunyai agen intelijen sendiri.

Menhan juga mengatakan bahwa nantinya badan intelijen yang dibentuk akan berupa lembaga dan dikelola secara professional agar tidak tumpang tindih dengan lembaga intelijen yang sudah ada di Indonesia. Ryamizard menjanjikan akan diisi oleh orang terpilih dan warga sipil dapat turut bergabung ke dalam intelijen yang nantinya di bawah Kementrian Pertahanan Tersebut

Ryamizard sendiri sudah membicarakan semua hal tersebut kepada Presiden Jokowi dan sampai saat ini diberitakan bahwa pembentukan Badan Intelijen Pertahanan ini tinggal menunggu Peraturan Presiden, nantinya jika Perpres sudah ditandatangani Jokowi, BIP akan berkantor disalah satu gedung di kompleks Menhan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat

“Sebetulnya (Badan Intelijen Pertahanan) tinggal tunggu Perpres, sekarang fungsinya sudah berjalan di Baintranas (Badan Instalasi Strategis Nasional), Baintranas juga diberi tugas intel,”  kata kepala Baintranas Mayor Jenderal Paryanto ,Jum’at (10/6/2016) lalu. Baintranas sendiri merupakan satuan kerja di Kemhan dan dibentuk pada tahun 2014 oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan bertugas untuk urusan cyber serta analisis strategis, dan pada saat ini akan dikembangkan lagi menjadi Badan Intelijen Pertahanan

Sekjen Kementrian Pertahanan Laksamana Madya Widodo mengatakan, Badan Intelijen Pertahanan akan memberikan Informasi intelijen kepada Menhan untuk kemudian diserahkan kepada Presiden sebagai pertimbangan dalam memutus kebijakan pertahanan

Akan tetapi pembentukan Badan Intelijen ini juga mendapatkan Pro dan Kontra, dimana sebagian orang berpendapat bahwa hal yang akan dikerjakan oleh BIP sudah dikerjakan Oleh BAIS , dan takutnya terjadi tumpang tindih antara tiap lembaga yang ada, dan banyaknya pendapat yang menyatakan bahwa hal ini sebenarnya hanya masalah koordinasi yang harus  diperkuat diantara semua lembaga Intelijen yang ada tanpa perlu menambahkan badan lainnya. (Andro DP/berbagai sumber)

 

 

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response