Pembelaan Bangladesh Terhadap Muslim Rohingya

Komisi Hak Asasi Bangladesh mengatakan bahwa, pihaknya sedang mempertimbangkan penekanan terhadap Myanmar dengan tuduhan genosida.

Matamatanews.com, MYANMAR – Menteri Luar Negeri Bangladesh pun mengatakan saat ini “genosida” sedang berlangsung di Myanmar khususnya di Rakhine, memicu sekitar 300.000 warga Rohingya ke negaranya.

Sementara itu, komunitas internasional juga mengatakan hal yang sama setelah briefing diplomat di Dhaka pada hari Minggu. AH Mahmood Ali menyatakan, “Kami juga mengatakan bahwa itu adalah genosida,” ujarnya.

Untuk mencari dukungan solusi politik serta bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya, Ali bertemu dengan diplomat Barat, Arab dan Kepala Badan-badang PBB yang berbasis di Bangladesh.

Dihadapan para diplomat, Ali mengatakan bahwa 300.000 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalam dua pekan terakhir. Dari data yang terkumpul, ia juga menyatakan jumlah pengungsi yang melarikan diri ke negaranya sudah lebih dari 700.000 orang.

“Sekarang adalah masalah nasional,” ujar Ali.

Setidaknya dari beberapa diplomat, ada dua diplomat yang menghadiri briefing mengatakan, menteri tersebut menyatakan kepada mereka bahwa sebanyak 3.000 orang mungkin telah tewas dalam tindak kekerasan di Myanmar, lebih banyak dari jumlah yang dilaporkan oleh PBB, yakni sekitar 1.000 orang.

PBB menyatakan, sekitar 294.000 pengungsi Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak serangan yang diduga dilakukan oleh pejuang Rohingya di Myanmar pada pasukan keamanan di Rakhine pada 25 Agustus lalu dan memicu reaksi pihak militer negara tersebut.

Penguasa Myanmar Bisa Dijerat Pengadilan Internasional

Sebagai Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Bangladesh, Ali mengatakan tokoh terkemuka di Myanmar bisa menghadapi sebuah pengadilan internasional untuk kasus “genosida” yang memakan banyak korban dari warga negaranya.

Sementara, saat mengunjungi sebuah kamp pengungsi di Bangladesh Cox’s Bazar, dekat dengan perbatasan Myanmar, Kazi Reazul Hoque mengatakan, “Genosida sedang berlangsung di Myanmar, banyak orang terbunuh dengan cara dibakar, kami memikirkan cara untuk menekan Myanmar, dan melawan tentara Myanmar pada sebuah pengadilan internasional,” kata Hoque.

“Kami akan datang setelah mendapat keputusan apakah langkah-langkah yang harus diambil untuk masalah tersebut. dan pada saat yang sama, kami akan mendesak masyarakat internsional untuk maju dengan bantuan mereka,” tutup Hoque. [Did/Al/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response