Pemakzulan Trump Hanya membuat Amerika Serikat Semakin Terpecah

 

Matamatanews.com, WASHINGTON—Upaya baru untuk mendakwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya akan memperdalam perpecahan dalam masyarakat Amerika, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Judd Deere mengatakan kepada TASS pada hari Jumat. Dia mengomentari seruan para pemimpin Partai Demokrat AS di Washington untuk melakukan upaya lain untuk menggulingkan Trump dari jabatannya.

"Seperti yang dikatakan Presiden Trump kemarin (pada Kamis - TASS), ini adalah waktu untuk penyembuhan dan persatuan sebagai satu Bangsa. Pemakzulan bermotif politik terhadap seorang Presiden, yang telah melakukan pekerjaan dengan baik, dengan sisa 12 hari masa jabatannya hanya akan berlaku. untuk lebih memecah negara kita yang hebat, "kata Judd Deere seperti dikutip Kantor Berita Rusia, TASS.

Seperti diketahu pada 6 Januari 2021 lalu, para pendukung Trump menyerbu ke gedung Kongres Amerika Serikat untuk mencegah persetujuan hasil pemilihan presiden 3 November lalu di negara itu, yang dimenangkan oleh kandidat Demokrat Joe Biden. Bagian yang signifikan dari tanggung jawab atas serbuan para demonstran ke Kongres ditempatkan oleh politisi Amerika dari kedua partai sistemik pada kepala negara petahana, menuduhnya menghasut pemberontakan.

Namun, masih belum jelas apakah anggota parlemen, bahkan secara teori, memiliki cukup waktu untuk melakukan upaya kedua untuk menggulingkan Trump dari jabatannya. Masa jabatan pemimpin Amerika berakhir pada 20 Januari. Pada hari ini, Biden akan dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat. Partai Demokrat memulai proses pemakzulan pertama Trump pada 2019 tetapi upaya itu gagal.(esma)

redaksi

No comment

Leave a Response