Pejabat Militer Myanmar Hadiri ISDEF Terbesar Israel di Tel Aviv

 

Matamatanews.com, TEL AVIV—Ditengah sorotan  komunitas internasional terkait aksi kekejaman militer Myanmar terhadap kaum minoritas Muslim Rohingya di Rakhine hingga menyebabkan ribuan orang mengungsi, kini perwakilan militer Myanmar terlihat hadir dalam konferensi keamanan dan senjata terbesar Israel di Tel Aviv pada Selasa (4/6/2019) lalu.

“Para pejabat tiba di Pusat Ekspo Tel Aviv untuk Pertahanan Internasional, HLS & Cyber ​​Expo, yang dikenal sebagai ISDEF, dengan perlengkapan militer lengkap,” kata laporan yang dikutip Middle East Monitor.

“Perwakilan militer melihat-lihat peralatan dan teknologi pertahanan yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan Israel dan internasional, bersama dengan delegasi dari puluhan negara lainnya.”

Laporan itu mencatat, bahwa Israel seharusnya berhenti menjual persenjataan canggih ke Myanmar pada 2017 setelah aktivis hak asasi manusia dan pengacara Eitay Mack mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel.

Namun, pengadilan telah merahasiakan putusannya, dan Israel tidak mengizinkan publikasi resmi perdagangan senjata dengan Myanmar. Beberapa senjata yang dipastikan telah dipasok sebelumnya termasuk senapan, kapal perang, dan pelatihan militer.

Sebuah Misi Pencari Fakta PBB menyatakan bahwa militer Myanmar telah melakukan pelanggaran besar-besaran terhadap orang-orang Rohingya, termasuk memperkosa, penghilangan paksa, dan pembakaran ratusan desa. PBB menemukan bahwa kejahatan itu sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.

Majalah 972+ mencatat bahwa Israel memiliki sejarah menjual senjata ke para diktat, di antaranya kepada junta di Argentina dan Bolivia, Rwanda pada tahun-tahun menjelang genosida.(bar/ Middle East Monitor/kiblat)

 

sam

No comment

Leave a Response