PBB : Krisis Kemanusiaan Terparah Sedang Melanda Dunia

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Kepala bidang kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephen O’Brien mengatakan bahwa pada saat ini dunia sedang menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak 1945. Setidaknya lebih dari 20 juta warga yang tinggal di daerah konflik seperti Somalia, Sudan Selatan, Yaman dan Nigeria terancam kelaparan dan terserang berbagai penyakit.

Menurut O’Brien untuk menghindari bencana tersebut maka diperlukan dana sebesar US$4,4 miliar dan paling lambat dana tersebut sudah ada sebelum Juli mendatang. O’Brien menegaskan,”Kita berada pada titik krisis dalam sejarah, pada awal tahun ini kita menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak organisasi ini dibentuk”.

Lebih dari enam juta orang di Somalia membutuhkan bantuan pangan, kekeringan dan kelaparan serta dengan hadirnya kelompok teroris Al-Shabaab semakin menambah panjang penderitaan warga di negara tersebut. Kelompok Al-Shabaab sering kali melakukan pemboikotan bahkan pembajakan terhadap bantuan kemanusiaan yang dikirimkan untuk para penduduk yang memerlukan.

Menurut Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire, setidaknya 110 orang tewas akibat kelaparan dan terserang penyakit akibat musim kemarau yang melanda.

Sementara itu, di Sudan Selatan pemerintah setempat telah mengumumkan terjadi krisis kelaparan dan setidaknya terdapat 7,5 juta orang yang membutuhkan bantuan. Kekurangan pangan yang terjadi di Sudan Selatan termasuk sangat akut dan sudah menyebar keseluruh negeri.

Sementara untuk Yaman, diperkirakan satu orang meninggal setiap 10 menit akibat penyakit yang tidak dapat dicegah. Kemudian, setengah juta anak yang berusia di bawah lima tahun menderita kekurangan gizi akut.

Sedangkan untuk Nigeria, pada Desember 2016 PBB memperkirakan sebanyak 75.000 anak beresiko mati kelaparan. Sekitar 7,1 juta penduduk lainnya yang berada di Nigeria dan kawasan Danau Chad mempunyai status sangat tidak aman dalam bidang pangan. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response