Pasukan Khusus AS Tertangkap Kamera Ada Garis Depan ISIS di Suriah

 

Matamatanews.com,SURIAH—Personel Pasukan Khusus AS telah difoto berjuang bersama milisi Kurdi di Suriah bagian utara dalam sebuah ofensif melawan ISIS di Raqqa. Namun, Pentagon menegaskan bahwa kehadiran AS di sana hanyalah untuk “menasehati dan membantu” saja.

Seorang fotografer dari Agence France-Presse (AFP) mengambil foro dari para personel pasukan khusus AS di desa Fatisah yang diidentifikasikan oleh The Washington Post, sekitar 48 km bagian utara dari Raqqa. Para pejuang Kurdi dari Uni Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) – bagian dari SDF yang didukung oleh AS untuk melawan ISIS di bagian utara Suria – mengidentifikasikan orang-orang ini berasal dari AS.

SDF meluncurkan sebuah ofensif terhadap ibukota ISIS pekan ini, menyusul kunjungan rahasia Jenderal Joseph Votel ke wilayah utara Suriah, kepala Komando Sentral AS (CENTCOM).

Blog Checkpoint mengkonfirmasikan identifikasi tersbeut, mencatat bahwa salah satu foto menunjukkan tiga personel sedang menggunakan peluncur granat otomatis Mk47, senjata khusus yang digunakan oleh unit Operasi Khusus AS.

Ada lebih dari selusin tentara AS di desa tersebut, menurut sang fotografer. Gedung Putih telah mengakui bahwa ada sampai 300 personel militer AS di Suriah.

Beberapa orang terlihat mengenakan lencana YPG. Milisi Kurdi membentuk sebagian besar pasukan SDF ini dan telah bertanggung jawab sebagian besar dari kemajuan melawan ISIS di bagian utara Suriah.

Turki, sekutu utama AS di kawasan tersebut menganggap YPG sebagai organisasi teroris. Beberapa kelompok pemberontak dukungan AS di Suriah juga bermusuhan dengan Kurdi, dan mungkin tersinggung dengan AS yang menggunakan pasukan ini, Checkpoint mencatat.

“Pasukan operasi khusus kami di masa lalu telah mengenakan lencana dan tanda identitas lainnya dengan pasukan pasangan mereka,” kata juru bicara Pentagon Peter Cook kepada para wartawan pada hari Kamis.

Mereka “melakukan apa yang mereka dapat lakukan untuk berbaur dengan kelompok-kelompok tersebut” dan meningkatkan perlindungan mereka sendiri, Cook mengatakan, mengutip keamanan operasional untuk dalam menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal setiap rincian mengenai tentara yang terlibat dalam operasi tersebut.

Cook juga menghindari pertanyaan berulang dari para wartawan mengenai apakah pasukan yang seharusnya memberikan nasihat dan membantu milisi setempat benar-benar mengambil bagian dalam pertempuran di garis depan atau tidak.

“Mereka tidak berada di garis depan. Mereka memberikan saran dan bantuan,” kata Cook, menambahkan bahwa “peran untuk memberikan saran dan bantuan belum berubah.”

Ditekan untuk  menjelaskan antara garis depan dan lini depan, Cook menjawab, “Saya tidak mempunyai tolok ukur untuk Anda. Ini adalah sebuah situasi yang sangat dinamis.”

Desa Fatisah tidak berada persis di garis depan oeprasi SDF terhadap ISIS. Ini dapat dilihat di bagian kiri atas peta dari operasi tempur utara di Raqqa, yang dibuat oleh seorang kartografer Kanada sebelum perang di Suriah.

Kontroversi lainnya mengenai kehadiran pasukan AS di suriah tidak dibahas dalam konverensi di Pentagon.

Sementara pasukan ekspedisi Rusia dikerahkan untuk melawan ISIS atas undangan resmi dari pemerintah Suriah, tidak ada undangan seperti ini diberikan kepada pasukan AS. Washington telah menolak bekerjasama dengan Damaskus, bersikeras untuk perubahan pemerintahan yang akan mendukung para pemberontak dukungan sekutu AS, Turki dan Arab Saudi. (RT/icam/ ZE Journal/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response