Pasca Pertempuran, Mosul Dipenuhi Ratusan Mayat

 

Matamatanews.com,BAGHDAD—Kekalahan ISIS selama tiga tahun berperang di Irak, bukan saja membuat pengikut dan simpatisannya terpukul,tetapi juga menimbulkan masalah baru bagi pemerintah Irak itu sendiri. Daerah Mosul,bagian selatan Irak yang selama ini dikenal merupakan basis ISIS baru saja di gempur habis-habisan oleh tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat dibantu tentara lokal,Irak.

Pertempuran yang dilakukan tentara  Irak yang didukung pasukan sekutu di Mosul kali ini merupakan pertempuran paling berdarah dan mengerikan.Para saksi mata menceritakan,bahwa jalan setapak 137 meter yang berada di distrik Dajat al-Barga yang merupakan sisa kekuasaan ISIS berubah menjadi kubangan mayat.

Para saksi mata mengatakan,mereka ditahan bersama  pembom bunuh diri dan anggota ISIS,beberapa diantaranya adalah keluarga ISIS.Mereka tidak dapat berjalan tanpa menginjak mayat atau bagian tubuh.Mereka juga bersembunyi bersama pelaku bom bunuh diri di jalan sempit tersebut.Para saksi mata menggambarkan terlalu banyak mayat di jalan setapak itu ,sehingga siapa pun tidak dapat berjalan di bawah sinar matahari tanpa menginjak mayat atau orang mati.

Istri salah seorang pejuang Negara Islam bernama  Shafika Saeed seperti di lansir Mirror,pada Minggu (16/7/2017) menceritakan,setiap kali seorang anak meninggal karena haus atau lapar mayatnya akan disimpan di bangkai mobil.” . Saya membantu membawa lima anak yang meninggal menaiki tangga dan memasukkannya ke dalam sepatu bot dalam dua hari terakhir pertempuran,"cerita Shafika Saeed.

Shafika melanjutkan,bagaimana 50 perempuan dududk di antara 100 warga sipil di sebuah ruang bawah tanah yang ramai dengan mengenakan rompi bunuh diri."Mereka duduk di sana bersama kami, tapi mereka juga memakai rompi bunuh diri. Mereka membawa senjata dan amunisi, dan bahkan ketika kelompok terakhir orang Irak melarikan diri, istri-istri tawanan para komandan tersebut tetap tinggal," ungkapnya.

Pada hari Rabu, ketika keluarga ISIS dan pembom bunuh diri masih bersembunyi di ruang bawah tanah tanpa makanan dan air, sebuah serangan udara menghantam jalan. Pintu ruang bawah tanah diblokir oleh reruntuhan dan orang-orang yang selamat terjebak di dalamnya.
Perlahan, mereka mencoba menggali jalan keluar dari ruang bawah tanah dan muncul tertutup debu. Setelah mereka melarikan diri, mereka melambaikan bendera putih kepada tentara Irak yang menunggu mereka di sisi lain dan dibawa ke sebuah pusat penahanan untuk keluarga ISIS.Kekalahan ISIS di Mosul setelah tiga tahun merebut kota itu merupakan pukulan besar bagi kelompok tersebut, yang juga kehilangan tempat dalam basis operasionalnya di kota Raqqa di Suriah tempat dimana mereka merencanakan serangan global.

Namun kelompok tersebut masih menguasai wilayah di Irak dan diperkirakan akan kembali melakukan taktik pemberontakan yang lebih konvensional seperti pemboman karena khilafah yang diproklamirkan sendiri berantakan.Pertempuran Mosul, yang merupakan kota terbesar yang berada di bawah kendali militan, telah meninggalkan reruntuhan di daerah-daerah. Perang juga menewaskan ribuan warga sipil dan membuat hampir satu juta orang mengungsi. (samar/guardian/sindo/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response