Pasca Gagalkan Kudeta, Sudan Buka Kembali Wilayah Udaranya

 

Matamatanews.com, KAIRO— Kepala dewan kedaulatan, Rabu (15/1/2020) mengatakan bahwa Sudan telah membuka kembali wilayah udaranya setelah menggagalkan aksi pemberontakan yang dilakukan mantan agen keamanan penguasa yang dijatuhkan Omar Al-Bashir berhasil digagalkan.

Dua tentara dikabarkan tewas ,sedangkan empat lainnya mengalami cedera dalam aksi penumpasan pemberontak oleh pasukan pemerintah yang sah.

Tembak menembak itu adalah konfrontasi terbesar antara penjaga lama dan pendukung pemerintahan baru yang membantu menjatuhkan Bashir pada bulan April lalu setelah 30 tahun berkuasa. Seperti dilansir Arab News, dalam pidatonya pada hari Rabu pagi, kepala dewan yang berdaulat, Letjen Abdel Fattah Al-Burhan, bersumpah untuk tidak pernah membiarkan kudeta terjadi dan menambahkan bahwa tentara mengendalikan semua bangunan intelijen.

"Semua markas besar berada di bawah kendali tentara, dan wilayah udara sekarang terbuka," kata Al-Burhan.Mantan agen keamanan itu memerangi tentara di ibukota, Khartoum, selama berjam-jam sampai pasukan pemerintah memadamkan pemberontakan Selasa malam, kata penduduk dan satu sumber militer.

"Apa yang terjadi pada hari Selasa adalah pemberontakan," kata Mohamed Othman Al-Hussein, kepala staf angkatan darat, pada hari Rabu.

Dua perwira itu tewas dan empat lainnya luka-luka dalam menumpas pemberontakan menunjukkan militer telah mampu mengakhirinya dengan korban minimal, tambahnya dalam pidato.

Dalam sebuah protes atas paket pesangon, mantan karyawan Badan Intelijen dan Keamanan Nasional juga menutup dua ladang minyak kecil di Darfur, kata sebuah sumber pemerintah seperti dikutip Reuters. Ladang memiliki output sekitar 5.000 barel per hari.

Merestrukturisasi aparat keamanan yang pernah ditakuti disalahkan karena menekan pertikaian di bawah Bashir adalah di antara tuntutan utama pemberontakan yang memaksa pemecatannya.

Namun, begitu diberhentikan oleh pemerintah transisi yang baru, banyak agen keamanan kembali ke barak mereka tanpa dilucuti senjata, setelah meninggalkan kementerian dan jalan-jalan yang pernah mereka kendalikan.(bar)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response