Pasca Bom, Tentara Filipina Perketat Penjagaan

 

Matamatanews.com,DAVAO  CITYPasca ledakan bom yang mengguncang Davao City, kampung halaman presiden Rodrigo Duterte yang menewaskan sekitar 10 orang dan melukai puluhan lainnya pada Jumat (2/9) malam. Pasukan bersenjata Filipina (AFP) kini memperketat penjagaan, ledakan bom diduga ulah dari kelompok militan Abu Sayyaf.

Menteri pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana seperti dikutip Inquirer mengatakan “ Saya sudah memerintahkan semua komando Pasukan Bersenjata Filipina untuk waspada tinggi, terutama di pusat – pusat urban yang dimungkinkan ada aksi teror lainya.”.

Komando Timur di Davao City diperintahkan untuk mendampingi Kepolisian Nasional Filipina (PNP) untuk menjaga perdamaian dan menangkap pelaku peledakan. “ Mereka juga akan menghimpun informasi intelijen dan melaksanakan penyelidikan terkait akar insiden yang disayangkan ini,” tambah Lortenzana.

Total korban tewas akibat ledakan saat ini tercatat sebanyak 14 orang dan 71 orang lainnya luka-luka, jelas Catherine Dela Rey, selaku juru bicara kepolisian Davao City yang merujuk pada data terbaru pukul 06.30 sabtu (3/9).

Dalam konferensi pers usai ledakan, Paolo Duterte yang merupakan wakil Wali Kota Davao City menyatakan sang ayah (presiden Filipina) berada jauh dari tempat ledakan terjadi. Begitu pula Duterte menapik bahwa ledakan tersebut merupakan upaya untuk membunuh dirinya.

Davao City terletak di Mindanao, Filipina selatan. Meski dilanda berbagai aksi teror dari kelompok pemberontak muslim, Davao City merupakn salah satu kota yang dinilai aman. Sebelum menjabat sebagai presiden Filipina, Duterte menjabat sebagai wali kota Davao City selama 22 tahun. Saat menjabat sebagai wali kota ia dikenal keras terhadap pelaku kejahatan Narkoba. (Aditia/CNN/Berbagai sumber

sam

No comment

Leave a Response