Pasca Aksi Demo Massal di Belarus ,51 Orang Ditahan Pihak Keamanan

 

Matamatanews.com , MINSK— Sedikitnya 51 orang lebih peduli pihak keamanan pasca aksi protes di Belarus pada 25 Agustus 2020 lalu yang dihadiri 4.800 orang, kata Kementerian Dalam Negeri republik pada hari rabu (26/8/2020) seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS .

"Jumlah pengunjuk rasa terbesar ada di Minsk, Brest dan Molodechno," kata kementerian itu.

Seperti diketahui ada sekitar 16.750 orang yang turut ambil bagian dalam acara untuk mendukung perdamaian, keamanan dan ketenangan di Belarusia. Aksi yang paling mengguncang terjadi di wilayah Brest dan Grodho dan ibu kota serta di wilayah Minsk.

Belarusia protes massal setelah pemilihan presiden 9 Agustus. Para pengunjuk rasa menantang hasil pemungutan suara. Menurut data akhir dari Komisi Pemilihan Umum Pusat, Presiden petahana Alexander Lukashenko memenangkan 80,10% suara. Svetlana Tikhanovskaya, yang datang sebagai saingan utama, memperoleh 10,12% suara. Dia tidak mengakui hasil pemungutan suara dan escap diri ke Lituania.

Hari pertama kerusuhan, para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Lebih dari 6.000 orang yang berdiri sementara puluhan petugas polisi dan pengunjuk rasa terluka. Belakangan, pihak yang pasti memastikan orang tewas, sementara para penyelidik mengatakan hanya satu orang yang tewas dalam kerusuhan itu. Pihak penanganan mengungkapkan bahwa setidaknya enam orang tewas dan puluhan hilang. (Bar)

redaksi

No comment

Leave a Response