Pasar Pring, Pasar Tradisional Yang Mengangkat Perekonomian Rakyat Desa Sambeng

 

Matamatanews.com, PURWOREJO - Satu lagi destinasi wisata hadir di kota Purworejo, yakni Pasar Pring yang berada di Dukuh Guyangan Desa Sambeng, Kec. Bayan Kab. Purworejo. Keunikan pasar yang buka hari Minggu Legi dan Kliwon ini adalah lokasinya berada di tengah tengah kebun "pring" atau bambu yang nyata nyata tumbuh subur di desa itu. Dengan bermodalkan kondiisi inilah tercetus ide oleh karang taruna dan pemdes Desa Sambeng untuk mengangkat potensi desa dalam wujud Pasar Pring ini.

Bila kita ingin berkunjung di pasar unik ini, butuh waktu kurang dari 20 menit perjalanan dari pusat kota Purworejo dan berada lebih kurang dua kilo dari jalan raya Gebang - Kemiri. Selain menyajikan aneka jajanan khas daerah, pasar yang dilaunching Bupati Purworejo Agus Bastian, SE,MM pada 13 Oktober ini juga menonjolkan kearifan lokal yang kaya akan kerajinan bambunya. Tak heran jika kita ke akan menjumpai segala peralatan yang terbuat dari bambu seperti kursi, meja, "besek", tampah dan lainnya. Keunikan lain dari pasar pring adalah alat pembayaran menggunakan batang kayu tipis. Setiap batang dihargai 2 ribu rupiah yang bisa dibelanjakan di tiap stand yang ada. Pengunjung bisa langsung menukarkan uangnya ke petugas yang berada di depan pintu masuk lokasi pasar. 

Menurut Kepala Desa Sambeng A. Tuwekal ada 30 an pedagang yang berjualan di Pasar Pring. Mereka berasal dari penduduk desa setempat yang sengaja diberdayakan guna menaikkan taraf ekonomi mereka.

" Mereka rata rata menjual penganan khas daerah dan lebih diutamakan tanpa menggunakan bahan kimia. Kami juga menganjurkan pedagang seperti bakso, sosis dan sebagainya untuk tidak masuk di area ini karena kami ingin menjual makanan tradisional yang alami, " katanya.

Selain sebagai tempat berjualan, Pasar Pring juga akan memanjakan pengunjung yang hoby foto selfie, disana disediakan spot foto area untuk berfoto foto, panggung hiburan, kolam ikan, mushola, arena bermain anak bahkan smooking area.

"Tahun depan kami  menganggarkan untuk penambahan fasilitas seperti WC umum, serta perbaikan sarana yang rusak. Peran para mahasiswa KKN UNY ketika itu cukup besar, mereka membantu mensetting lokasi hingga terwujud Pasar Pring seperti sekarang ini, " ungkap Tuwekal.

Kades menambahkan di tahun depan pihaknya berencana menambah beberapa kios diperuntukkan menjual hasil pertanian, assesories, dan buah buahan yang kesemuanya hasil jerih payah warga Sambeng. Menurutnya semua itu butuh kerjasama yang sinergis antara BUMDes, BPD dan Karang Taruna desa setempat. Selain meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa Sambeng, Pasar Pring diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata Purworejo menuju Romansa Purworejo 2020.*(hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response