Pasangan Suami Istri Asal Sumampir Purwokerto Ini Berangkat Haji Naik Sepeda

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pasangan suami istri warga Perumahan Griya Satria Indah 2, Kalisari, Sumampir, Purwokerto Nasrullah Ong dan Erma Hanura Sari berangkat menunaikan ibadah haji dengan bersepeda. Keberangkatannya dilepas warga pada hari Minggu 07 Mei 2023 di halaman Masjid Baitul Arqom, Purwokerto. Hal tersebut diungkap alumni PSPD Unsoed angkatan 2000 Nur Rokhman, AMd. saat melepas keberangkatannya.

Awalnya niat berangkat haji Nasrullah dengan mengendarai sepeda motor, namun hal itu dirasa lebih rumit. Sempat vakum sampai 6 (enam) bulanan. Suat saat dia melihat you tube, ada video yang memperlihatkan  seorang pemuda asal Magelang berangkat haji naik sepeda. 

"Nah ini menjadi inspirasi, kebetulan saya hoby bersepeda meski hanya goweser amatiran,"ujar Nasrullah Ong kepada Ir.Alief Einstein dari kafapet-unsoed.com saat berada di Kerawang, Minggu 14 Mei 2023 pukul 05.42.

Niat bersepedanya disampaikan ke istri Erma Hanura Sari. Gayung bersambut, namun Erma menyampaikan setelah terkena stroke tahun 2008 dirinya takut  naik sepeda ataupun sepeda motor, karena tenaga di kaki kirinya menurun.

"Wah mentok nih, niat baik kami harus dilanjutkan apapun caranya," kata Nasrullah

Akhirnya, Nasrullah menemukan di market place yang menjual sepeda custom berupa sambungan dengan sepeda yang dia punya, jadilah sepeda tandem. Namun sayang, setelah dicoba  beberapa kali sambil diberi beban, sepeda tandem tersebut kurang stabil. Bahkan Nasrullah dan istri hampir tertabrak kendaraan.

So terus bagaimana?. Eh ada teman yang mau menjual sepeda tandem dengan harga murah, hampir setengah harga baru dan sepeda tersebut memang sudah dikondisikan sebagai sepeda touring. Akhirnya deal, Nasrullah dan Ema punya sepeda yang betul betul sepeda tandem.

Selanjutnya, Nasrullah berfikir bagaimana menyampaikan ke anak-anak termasuk menantu. Sepakat, Nasrullah dan istri menyampaikannya nanti setelah mereka punya passport dan berlatih sepeda dengan jarak yang lumayan jauh.

Singkat kata, passport sudah ada ditangan dan Nasrullah beserta istri sudah berlatih bersepeda bolak balik ke Jogjakarta. Akhirnya mereka memberanikan diri untuk menyampaikan ke anak-anak tentang niatnya itu. 

Pada awalnya mereka merasa keberatan  melepas keberangkatan Nasrullah dan istri, wajarlah namanya anak. Berbagai solusi diberikan, pakai pesawat، back packeran, dan lain-lain. Tapi niat Nasrullah dan istri sudah bulat, berangkat haji pakai sepeda.

Dengan berat hati akhirnya anak-anak mau melepas orang tuanya yang "bandel". Terus bekal nya bagaimana ? 

Secara perhitungan kan nggak mungkin berangkat hanya membawa pakaian saja, belum lagi sepeda yang perlu diupgrade spareparts nya agar mampu berjalan jauh. Penghasilan Nasrullah dari bisnis bulanan ada, tapi apa mungkin cukup?. 

Mau nggak mau Nasrullah akhirnya menjual mobil niaganya. Awalnya ada yang menawar tapi dengan harga murah karena mungkin mereka tahu bahwa mereka lagi butuh. Bertahan berapa bulan akhirnya mobil dibeli oleh seseorang dengan harga yang pantas 

Setelah punya uang, Nasrullah langsung bergerak, sepeda diupgrade, pakaian termasuk kaos custom dipesan, tas-tas dan yang lainnya dipersiapkan. 

Setelah semuanya siap, ada seseorang datang pada Nasrullah, katanya ada orang pergi haji naik sepeda, ternyata biayanya lumayan, jauh di atas harga mobil yang ia jual. Ah sudahlah niat sudah bulat, yang penting sebagai manusia Nasrullah sudah berbekal. Fisik sudah dilatih, sepeda sudah diperbaiki.

Sebenarnya Nasrullah sudah haji pada tahun 2003 ketika dia bekerja di Saudi Arabia. Misi touring kali ini untuk mengantar istrinya menunaikan rukun Islam ke 5. Sementara haji Nasrullah ini dihadiahkan untuk orang tua yang sudah meninggal. Nasrullah merasa selama orang tua hidup, baktinya kepada mereka kurang. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response