Para Muslim Yang Berprestasi Dalam Academy Awards

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Meskipun menjadi minoritas dalam ajang penghargaan Academy Awards, para muslim ini mampu memberikan prestasi yang membanggakan dalam ajang penghargaan paling bergengsi di industri film.

Selain masuk dalam nominasi, para muslim ini juga memenangkan penghargaan di beberapa kategori dalam penghargaan Academy Awards.

Mahershala Ali

Aktor muslim ini menjadi buah bibir karena telah sukses mendapatkan piala oscar dalam kategori “Actor in Supporting Role” dalam piala oscar 2017. Ali menjadi aktor muslim kulit hitam yang berhasil memenangi piala oscar ini.

Sejatinya kemampuan aktor yang satu ini tidak perlu diragukan lagi, mengingat ini telah bermain di berbagai film seperti The Curious Case of Benjamin Button bersama Brad Pitt dan Cate Blanchett, The Hunger Games : Mockingjay bersama dengan Jennifer Lawrence, The Place Beyond the Pines bersama dengan Ryan Gosling dan Eva mendes, serta Free State of Jones bersama dengan matthew McConaughey.

Asghar Farhadi

Ia merupakan seorang pembuat film yang berasal dari negara timur tengah yakni Iran, Farhadi pernah memenangkan piala oscar untuk A Separation dalam kategori “Best Foreign Language Film” pada tahun 2012 silam.

Dengan kategori yang sama, Farhadi berhasil memenangkan oscar 2017 dalam film yang judul “The Salesmen”. Namun, Farhadi tidak datang dalam acara tersebut guna menghormati warga Iran. Hal tersebut dilakukan karena travel ban yang diterapkan Donald Trump yang melarang kedatangan warga muslim yang berasal dari 7 negara muslim termasuk Iran.

Sharmeen Obaid-Chinoy

Sharmeen, wanita muslim asal Pakistan ini berhasil mendapatkan piala oscar pada tahun 2012 dengan kategori “Best Documentary Short Subject”. Film Sharmeen yang memenangi oscar tersebut berjudul “Saving Face”, film ini terinspirasi berdasarkan kisah nyata para korban serangan asam yang bernama Fakhra Younus.

Tujuan Sharmeen menbuat film ini yakni ini menunjukan bagaimana para korban serangan zat asam yang berjuang mencari keadilan dan kesembuhan setelah wajah mereka rusak akibat terpapar zat asam tersebut.

Pada tahun 2016 lalu, Sharmeen kembali memenangi piala oscar dengan film yang berjudul “A Girl in the River : The Price of Forgiveness“. Film ini menceritakan dimana terdapat seorang gadis berusia 18 tahun yang berusaha bertahan hidup setelah lolos dari percobaan ‘honor killing’ atau budaya membunuh anggota keluarga yang dianggap telah membawa sial atau membuat malu kepada keluarga di Pakistan. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response