Panama Mengakui Hanya Ada satu Cina

 

Matamatanews.com,PANAMA—Akhirnya pemerintah Panama mengakui bahwa “hanya ada satu Cina’ dan Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Republik Rakyat Cina. Pengumuman resmi itu disampaikan pemerintah Panama pada Senin (12/6/2017) lalu dengan  percaya diri. Dalam pernyataan rilisnya,Panama mengakui bahwa pemerintahan Republik rakyat Cina adalah satu-satunya pemerintahan resmi yang mewakili Cina dan Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Cina.

Disebutkan pula,bahwa pemerintah Panama berjanji untuk mengakhiri semua hubungan atau kontak resmi dengan Taiwan.Dengan keputusan Panama itu,kini hanya tersisa sekitar 20 negara di dunia yang resmi mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat, 12 di antaranya berasal dari Amerika Latin dan Karibik.

Dalam pidatonya, presiden Panama Juan Darlos Varela mengatakan ,bahwa kebijakan baru merupakan arah yang benar bagi negaranya."Kami telah mengambil langkah bersejarah," kata Varela. "Kedua negara (Panama dan Cina) memilih hubungan yang lebih internasional dan lebih terintegrasi, yang menciptakan era peluang baru bagi hubungan yang kita mulai hari ini," kata Varela.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Senin malam mengkonfirmasi bahwa Panama dan Cina saling mengakui dan akan membangun hubungan tingkat duta besar.Bahkan Selasa kemarin (13/6/2017) Menteri Luar Negeri Panama Isabel de saint Malo dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menyatakan , dia yakin hubungan kedua negara memiliki masa depan yang cerah. Sedangkan Menlu Panama Isabel de Saint Malo berharap negaranya akan punya peluang lebih baik dalam perdagangan,investasi dan pariwisata. Dia juga berharap,”lebih banyak barang bisa diekspor dari Panama ke Cina”.

Seperti diketahui Cina merupakan klien terbesar kedua di terusan Panama sebagai pemasok barang dagangan utama ke zona perdagangan bebas di negara tersebut. Selain itu Cina juga memainkan peran kunci dalam sektor bisnis,mulai dari perbankan hingga telekomunikasi.

Cina dan Taiwan terpecah dalam perang saudara tahun 1949 dan Beijing tetap memandang Taiwan sebagai sebuah "wilayah yang makar". Kedua negara tetap memiliki hubungan tidak resmi selama puluhan tahun, namun sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat, hubungan itu makin buruk.

Panama mungkin menjadi negara pertama dari beberapa negara yang akan mengalihkan dukungan diplomatiknya dari Taiwan ke Cina, setelah Cina meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pendukung Taiwan. (samar/hp/rtr, ap, afp/dw)

sam

No comment

Leave a Response