Padi Unggul "Unsoed PK7", Lolos Sidang Pelepasan Varietas Oleh Dirjen Tanaman Pangan

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Muara dari program perakitan varietas yang dikenal sebagai pemuliaan tanaman adalah pelepasan varietas. Pelepasan varietas ditandai dengan keberhasilan lolos pada sidang penilaian dan evaluasi varietas tanaman pangan.

Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan, pelepasan varietas merupakan bentuk pengakuan keunggulan hasil pemuliaan tanaman. Disamping itu menurutnya menjadi gerbang bagi pemanfaatan hasil dari proses panjang perakitan varietas, menggunakan teknik hibridisasi jangka waktunya kurang dari satu dasa warsa.

Dosen Fak.Pertanian Unsoed Dyah Susanti,SP,MP. menjelaskan bahwa Sidang Evaluasi dan Penilaian Calon Varietas Tanaman Pangan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian pada Rabu, 21 Oktober 2020 merupakan hari bersejarah bagi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Salah satu galur padi unggul Unsoed kembali lolos sidang pelepasan varietas, dan direkomendasikan oleh Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan untuk dilepas sebagai varietas unggul baru nasional berdasarkan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia. 

"Galur padi unggul ini bernama Unsoed PK 7, dirakit oleh trio pemulia padi protein tinggi yakni Prof.Ir.Totok Agung,DH.,MP.,Ph.D., Agus Riyanto,SP.,MSi dan Dyah Susanti,SP., MP. ," kata Einstein.

Menurut Dyah, Galur Unsoed PK 7 merupakan galur padi sawah protein tinggi yang memiliki keunggulan daya hasil tinggi (9,71 GKG ton/Ha), melebihi Ciherang, serta memiliki stabilitas hasil tinggi. Daya hasil dan stabilitas hasil tinggi ini merupakan keunggulan utama Unsoed PK 7 dan memberikan bobot penilaian tinggi pada sidang ini.

"Dibandingkan dengan 14 varietas lain yang diusulkan oleh Konsorsium Padi Nasional, Unsoed PK 7 juga memiliki keunggulan pada aspek ketahanan terhadap hama dan penyakit utama. Hal itu merupakan keunggulan utama yang mengantarkannya lolos dalam penilaian dan evaluasi varietas tanaman pangan, " kata Dyah Susanti.

Lebih lanjut Dyah menjelaskan, berdasarkan pengujian bersama dengan Konsorsium Padi Nasional yang berasal dari BB Padi, IPB, dan BATAN, padi Unsoed PK 7 memiliki ketahanan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) patotipe IV dan VIII dengan kriteria agak tahan, juga terhadap Blas ras 033 dan 073. Padi ini juga memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1 dengan kriteria agak tahan. Keunggulan lainnya, padi ini memiliki postur pendek, sehingga lebih tahan rebah. Kerebahan ini menjadi permasalahan yang seringkali muncul pada musim tanam satu, di mana air berlimpah selama musim hujan. 

"Kandungan protein padi ini tinggi, mencapai 10,72%, melebihi padi pada umumnya yang berkisar 7 - 8%. Kandungan protein tinggi menjadi kekhasan padi ini. Diharapkan tak hanya meningkatkan produksi padi nasional tetapi juga mampu memberikan sumbangsih bagi pemenuhan gizi masyarakat, "jelas Dyah.

Sementara Prof.Totok Agung mengatakan bahwa keunggulan yang dimiliki Unsoed PK 7 ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pembangunan pertanian,  meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Unsoed dalam berkontribusi untuk negeri.

"Padi protein tinggi ini akan mendukung peningkatan kesejahteraan petani, karena daya hasil dan kualitas hasilnya yang tinggi, serta memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tanaman utama, " kata Totok Agung.

Dia menambahkan sampai saat ini Unsoed sudah berhasil melepas tujuh varietas unggul nasional. Meliputi dua varietas unggul kedelai dan lima varietas unggul padi. Varietas unggul padi sendiri terdiri atas dua Varietas Padi Gogo dan tiga Varietas Padi Sawah.  Lima Varietas Padi sudah dipatenkan. 

"Keberhasilan ini semakin mengokohkan Unsoed sebagai salah satu perguruan tinggi yang paling produktif menghasilkan varietas unggul baru nasional  tanaman pangan, "kata Totok Agung mengakhiri. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response