Padi Gogo Protein Tinggi, Hasil Pengembangan Unsoed Lolos Sidang Pelepasan Varietas

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali meneguhkan komitmen untuk memajukan negeri melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan mengembangkan kearifan lokal. 

"Kontribusi Unsoed dalam pengembangan varietas unggul sebagai bagian penting dari pembangunan sektor pertanian khususnya pada lahan marjinal telah konsisten diupayakan, diawali dengan lahirnya varietas unggul nasional kedelai Slamet dan Sindoro pada tahun 1995, diikuti Inpago Unsoed 1(2011), Inpari Unsoed 79 Agritan (2014) dan Inpago Unsoed Parimas (2017), " ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. 

Saat perbincanganya dengan Tim Pemulia Padi Unsoed sekaligus anggota Konsorsium Padi Nasional Dyah Susanti, SP,MP menuturkan bahwa dengan memanfaatkan plasma nutfah padi sumber daya lokal yaitu Ciherang dan G 39 (padi gogo aromatik koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed), kembali menghasilkan dua galur harapan padi gogo protein tinggi. Kedua jenis itu adalah Unsoed-PDK-G82-11 dan Unsoed-PDK-G43-1 yang dirakit melalui serangkaian tahapan program pemuliaan tanaman oleh Prof.Ir. Totok Agung,DH,MP., Ph.D., Agus Riyanto, SP., MSi. dan Dyah Susanti, SP., MP. 

"Sejak tahun 2010 hingga menyelesaikan pengujian di berbagai lokasi akhirnya berhasil disertakan dalam sidang pelepasan varietas tanaman Kementerian Pertanian RI, "kata Dyah Susanti.

Dyah memaparkan bahwa sidang pelepasan varietas merupakan tahapan paling akhir dari proses perakitan varietas unggul baru melalui serangkaian tahapan program pemuliaan tanaman. Seperti duketahui pada hari Rabu, (13/11/19) bertempat di Hotel Salak, Bogor telah dilaksanakan sidang pelepasan varietas padi gogo oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V) di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perbenihan Kementerian Pertanian RI. 

Pada sidang ini Tim Konsorsium Padi Nasional yang beranggotakan pemulia dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi memaparkan hasil pengujian bersama di delapan lokasi pada dua musim yang berbeda, 14 galur padi dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi, yaitu BB Padi, BB Biogen, UNSOED dan Unram. Terpilih 5 galur padi gogo fungsional yang mengungguli galur lain dalam potensi hasil, rerata produksi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, karakter morfologis  serta kandungan gizi. 

Pertanyaan, sanggahan, konfirmasi dan saran TP2V yang mewarnai pembahasan sidang memberikan telaah objektif terhadap galur-galur yang diusulkan. Hasil akhir sidang pelepasan varietas tanaman yang dibacakan oleh Dr.Satoto, selaku ketua sidang menyebutkan bahwa ada dua galur yang dinyatakan lolos dan direkomendasikan untuk mendapatkan SK pelepasan varietas unggul nasional dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) masing-masing satu galur padi dari BB Padi dan UNSOED. Dari Unsoed adalah Galur Padi Gogo Protein Tinggi UNSOED-PDK-G82-11. 

"Lolosnya Galur Padi Gogo Protein Tinggi UNSOED-PDK-82-11 tak lepas dari keunggulan yang muncul secara konsisten dari hasil pengujian di berbagai lokasi, " kata Dyah. 

Dyah menjelaskan bahwa UNSOED-PDK-82-11 memiliki potensi hasil tertinggi (9,06 ton per Ha) dibanding 11 galur dan 2 varietas pembanding pada uji multilokasi. 

"Tinggi tanaman yang hanya 96 cm memberikan keunggulan tersendiri di mana kebanyakan padi gogo memiliki postur yang tinggi sehingga beresiko rebah jika terjadi hujan angin pada fase pengisian biji. Keunggulan lain padi gogo protein tinggi ini, adalah ketahanannya yang masuk kategori agak tahan sampai tahan terhadap empat ras penyakit blas yang diakibatkan oleh jamur Pyricularia grisea. Keunikan padi gogo ini sebagai padi fungsional yaitu kandungan proteinnya yang tinggi, semakin memantapkan keunggulan galur ini dibanding galur lain yang diusulkan oleh tim Konsorsium Padi Nasional, " jelas Dyah secara rinci.

Menindaklanjuti rekomendasi hasil sidang pelepasan varietas, serta setelah perbaikan usulan, Dyah mengatakan bahwa UNSOED-PDK-82-11 akan diajukan untuk mendapatkan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai varietas unggul nasional dengan nama "Inpago Unsoed Protani". 

"Nama ini oleh tim pemulia dimaknai sebagai padi berproduksi dan berprotein tinggi yang pro terhadap kesejahteraan petani. Dengan keunggulan daya hasil dan kandungan proteinnya yang tinggi, padi ini diharapkan benar-benar mampu meningkatkan produksi padi khususnya di lahan kering dan meningkatkan pendapatan petani, serta mendukung kecukupan gizi masyarakat, " ungkapnya.

Dyah menambahkan kondisi ini akan mendorong petani dan masyarakat  semakin sejahtera. Setelah resmi menjadi varietas unggul nasional nanti, menyusul Inpago Unsoed 1 dan Inpago Unsoed Parimas yang telah dimanfaatkan secara luas.

" Serta dua galur padi protein tinggi yakni Unsoed PK 7 dan Unsoed PK 15 yang merupakan karya Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., Agus Riyanto, S.P., M.Si. dan Dyah Susanti, S.P., M.P., yang telah mendapat tanda daftar varietas hasil pemuliaan dan mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 109 Inovasi Indonesia Prospektif 2017 dengan sebutan "Rice With No Worry" yang telah berproduksi. Semoga Inpago Unsoed Protani segera dapat diproduksi, benihnya bersertifikat dan menjadi tambahan sumbangsih UNSOED untuk negeri dan menjadi berkah untuk semua pihak, "papar Dyah yang juga Dosen Fakultas Pertanian Unsoed.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response