(P3T) LPPM Unsoed Gelar Webinar " Produksi Dan Pemasaran Gula Kelapa

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein mengungkapkan, Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi (P3T) LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) siap menggelar Webinar dengan tema "Optimalisasi Produksi dan Pemasaran Gula Kelapa". Acara akan digelar pada hari Jumat (26/06/2020),

Waktu: pukul 09.00-11.00 WIB dengan Aplikasi : GoogleMeet (250 orang) dan Youtube streaming (P3T_LPPM Universitas Jenderal Soedirman).

Einstein menambahkan narasumber yang akan tampil pada webinar tersebut diantaranya Karseno, Ph.D. (Peneliti Gula Kelapa, Dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, UNSOED). Materi : Strategi Memproduksi Gula Kelapa yang Berkualitas, Setya Widiastuti, SP. (Eksportir gula kelapa kristal organik)

Materi : Peluang, Tantangan, dan Kiat Sukses Berbisnis Gula Kelapa. Acara akan dipandu Dr. Santi Dwi Astuti, STP., M.Si. (Ketua P3T LPPM UNSOED).

Sementara Ketua P3T LPPM Unsoed Santi Dwi Astuti mengatakan, dirinya mengajak untuk memperkuat ekonomi dimasa pandemi Covid-19 ini dengan mengoptimalkan produksi dan bisnis pangan berbasis kekayaan alam lokal.

Salah seorang narasumber Karseno,PhD menuturkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki area tanaman kelapa paling luas di dunia yakni sekitar 3.707 juta hektar dengan produksi mencapai 18.300.000 ton. 

"Tanaman kelapa dikenal sebagai “tree of life” karena hampir semua bagian tanamannya dapat dimanfaatkan. Air kelapa, daging kelapa, nira kelapa adalah diantara hasil dari tanaman kelapa yang sudah banyak dimanfaatkan untuk dijadikan produk pangan, " kata Karseno yang juga Ka.Prodi S2 Ilmu Pangan Pascasarjana Fak.Pertanian Unsoed.

Lanjut Karseno, nira merupakan bahan utama yang digunakan untuk membuat gula kelapa, pemanis alami yang banyak dikenal di masyarakat dengan istilah “gula merah” atau “gula jawa”. 

"Dikenal tiga jenis gula kelapa, yaitu gula kelapa cetak, gula kelapa granul (kristal) dan gula kelapa cair. Permintaan terhadap gula kelapa terus meningkat baik di pasar domestik terlebih pasar internasional (ekspor) seiring semakin diketahuinya gula kelapa sebagai pemanis alami yang memiliki banyak kelebihan dibanding pemanis lainnya, di antaranya rendah indeks glikemik (IG), kaya kandungan mineral, kaya antioksidan, memiliki rasa, aroma, dan warna yang khas. Tren terhadap perminataan gula kelapa yang semakin meningkat juga disebabkan karena gula kelapa diakui sebagai pemanis yang baik bagi kesehatan, " terangnya.

Dewasa ini menurutnya, memproduksi gula kelapa yang berkualitas menjadi sebuah keharusan untuk memenuhi permintaan pasar (konsumen) yang  menuntut produk yang aman dan bermutu. Tuntutan konsumen ini merupakan peluang sekaligus tantangan dalam memproduksi gula kelapa agar sesuai dengan permintaan konsumen. Oleh karena itu, menjadi penting bagaimana memproduksi gula kelapa yang baik. 

"Kunci utamanya adalah, bagaimana pengendalian mutu dilakukan mulai dari tingkat hulu (budi daya kelapa, penyadapan, penanganan nira) sampai tingkat hilir (pengolahan nira, pengemasan, penyimpanan dan distribusi). Penerapan Sistem Pertanian yang baik (Good Agricultural Practices) di hulu dan Good Manufacturing Practices (GMP) di hilir yang dilakukan secara benar dan konsisten akan menjamin produk gula kelapa yang berkualitas sehingga dapat memenuhi standar yang diminta pasar, " imbuhnya.

"Dengan area tanaman kelapa terluas di dunia dan produk gula kelapa yang berkualitas, kita optimis Indonesia akan menjadi produsen gula kelapa terbesar di dunia sekaligus pasar internasional, " pungkas Alumnus S3 Osaka University, Japan ini. (hen/berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response