Oknum Aparat Diduga Terlibat Perdagangkan Satwa

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Wildlife Policy and Legal Specialist Indonesia Program Wildlife Conservation Society (WCF) Irma Hermawati mengatakan, kasus perdagangan satwa melibatkan oknum TNI dan Polri. Sepanjang tahun 2012-2016 tercatat ada beberapa oknum TNI dan Polri yang mendalangi perdagangan satwa langka.

Oknum TNI yang terlibat merupakan pengembangan kasus sejak 2010 silam dan baru berhasil tertangkap pada tahun 2015 kemarin. Oknum TNI yang terlibat berpangkat Letnan Kolonel, namun tersangka hanya di vonis dua bulan penjara dan kini telah bebas. Irma menambahkan, “Peran oknum TNI tersebut menawarkan dan menjual kulit Harimau”.

Sementara itu oknum Polri yang tertangkap bertugas di Aceh, ia menggunakan rumah dinasnya untuk tempat penyimpanan satwa langka. “Pelaku sudah di vonis satu tahun penjara dengan barang bukti cendrawasi dan kakaktua”, lanjut Irma. Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Purwadi Arianto mengatakan, kasus kejahatan terhadap satwa langka dan dilindungi di Indonesia sudah menempati peringkat kedua di Dunia.

Bedasarkan laporan Badan Khusus PBB untuk Lingkungan Hidup United Nations Enviroment Programs (UNEP), pada tahun 2014 perdagangan satwa liar dilakukan dan diorganisir oleh mafia-mafia tertentu dan mereka dapat beroperasi lintas negara.

Perdagangan satwa langka yang di jual ke luar negeri berasal dari Sumatera, para pedagang memilih jalur Riau untuk menuju Singapura, Malaysia dan Vietnam. Kemudian satwa tersebut di bawa dan dijual ke Cina, Taiwan dan Thailand, terkadang para pedagang menjual satwa langka dari Kalimantan dan Sulawesi menuju Filipina.

Masih diperlukan banyak usaha di tingkat Nasional untuk menanggulangi perdagangan satwa langka, kita harus menetapkan kebijakan yang kuat dan efektif, kampanye, konservasi, hingga penegakan hukum yang kuat. Semua ini diperlukan untuk melindungi satwa langka dan memberantas oknum-oknum yang terlibat di dalamnya, serta para penegak hukum yang ikut ambil bagian dari bisnis ini. (tep/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response