Narkotika Senilai Rp 25 Miliar di Sita BNN

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Badan Narkotik Nasional (BNN) berhasil mengungkap uang dan aset hasil kejahatan narkotika sekitar Rp 25 Miliar. Jumlah tersebut diduga hasil dari Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari kejahatan Narkotika. Uang dan aset tersebut didapat dari lima orang tersangka yang merupakan bagian dari tiga jaringan besar sindikat narkotika di Indonesia.

Ketiga jaringan tersebut yakni Chandra Halim alias Akiong, Pony Tjandra dan jaringan yang terakhir belum diungkap BNN. Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso menjelaskan penangkapan ketiga jaringan tersebut, dari Chandra Halim alias Akiong, petugas mengamankan PC di kawasan Lodan Raya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (3/8/2016). PC diduga terkait dalam kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 34,5 kilo gram yang disembunyikan di Hydraulic Pump yang diungkap BNN 14 Juni 2016. "PC diketahui membantu Akiong untuk melakukan pengiriman uang ke Cina melalui transfer antar bank sebagai pembayaran transaksi narkotika yang dipesan oleh Akiong." Total aset yang disita dari PC senilai Rp 7,41 miliar.

Dari jaringan lainnya yakni Pony Tjandra, petugas mengamankan dua orang yakni R dan LKM di Batam, kepulauan Riau, Jumat (19/8/2016). R ditangkap setelah menerima uang dari hasil penjualan narkotika yang dikendalikan LKM."Total nilai aset yang disita dari R adalah sebesar Rp 6,15 Miliar. Sedangkan LKM alias K, Jumlah aset yang disita adalah senilai Rp 6,546 Miliar," katanya.

Jaringan terakhir belum diungkapkan BNN, petugas menangkap dua orang yakni SUL alias R yang ditangkap BNN di Aceh (4/8/2016) dan SUS‎ alias W yang diamankan di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/8/2016). Keduanya bukan bagian dari jaringan Akiong dan Pony, dari keduanya petugas mengamankan 40 kilo gram Sabu. "Keduanya diduga dikendalikan dan juga menerima aliran dana dari hasil penjualan narkotika yang dilakukan Mr X yang saat ini masih dalam pengejaran, total aset yang disita dari keduanya adalah senilai Rp 5,85 miliar.” tambahnya.

Akibat kejahatan narkotika yang dilakukan oleh ke lima orang yang statusnya sudah tersangka itu, mereka terancam Pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Serta Pasal 3, 4, 5, dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Miliar. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response