Naftali Bennet Jadi PM Israel ke-13 Gantikan Netanyahu , Juga Rasis anti Palestina

 

Matamatanews.com, TEL AVIV—Akhirnya pemimpin partai Yamina Naftali Bennet  dilantik sebagai Perdana Menteri Israel yang ke-13 menggantikan Benyamin Netanyahu yang telah berkuasa selama 12 tahun. Seperti diketahui pada Ahad (13/6/2021) kemarin, parlemen Israel, Knesset menyetujui pemerintahan baru dan memilih Mickey Levy dari partai Yesh Atid  Yair Lapid sebagai pembicara baru.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Rusia, TASS, pelaantikan kepala pemerintahan baru mengakhiri masa jabatan Benyamin Netanyahu yang memecahkan rekor sebagai perdana menteri selama 4.456 hari sejak 2009 yang kini menjadi pemimpin oposisi parlemen.

Netanyahu pemimpin partai Likud yang memiliki mandat tertinggi di Knesset, pada Ahad kemarin bersumpah bahwa oposisi Israel akan bersuara keras dan jelas untuk segera kembali berkuasa.Meski Bennet berhasil menggeser Netanyahu dari kursi perdana menteri yang telah didudukinya selama 12 tahun, bukan berarti masalah Palestina akan berujung happy.

Pergantian Netanyahu ke Naftali Bennet tampaknya tidak sepantasnya untuk dirayakan, karena Bennet diangkat menjadi Perdana Menteri menggantikan Benyamin Netanyahu juga memiliki track record yang kurang sedap dan perlu untuk dipertimbangkan.

Perlu diketahui, Bennet yang berasal dari Partai Yamina adalah bukan orang asing bagi Netanyahu, karena Partai Yamina sendiri merupakan partai sayap kanan dari Netanyahu itu sendiri.Dan kedua orang tersebut memiliki persamaan prilaku, yaitu sama-sama rasis dan tidak mendukung solusi dua negara untuk Palestina ,bahkan partai politiknya memandang semua warga Palestina adalah musuh.

Catatan hitam lain dari Bennet adalah, bahwa ia tercatat sebagai pendukung pembunuhan warga Palestina yang ditawan , bahkan mantan perwira Angkatan Pertahanan Israel itu pernah mengatakan bahwa dirinya telah banyak membunuh orang Arab dalam hidupnya dan ia merasa tidak ada masalah dengan semua itu.

Di bagian lain, orang nomor dua di Partai Yamina, Ayelet Shaked melalui unggahan di akun facebooknya menyatakan bahwa seluruh rakyat Palestina adalah musuh dan membenarkan tindakan untuk menghancurkan Palestina. Selain itu,ia juga telah menyerukan untuk menghancurkan warga Palestina.

“Termasuk orang tua dan wanitanya, kota dan desanya, properti dan infrastrukturnya.” tulis Ayelet Shaked.Ayelet Shaked juga menyerukan pembantaian kepadapara ibu Palestina  yang melahirkan generasi penerus, ia menyebut generasi penerus tersebut dengan sebutan “ular-ular kecil.”

Sehari setelah postingan tersebut diunggah, remaja Palestina  bernama Muhammad Abu Khudair diculik dan dibakar hidup-hidup oleh enam pemuda Yahudi Israel.

Hal ini dapat menandakan bahwa terpilihnya Naftali Bennett sebagai perdana menteri baru di Israel, warga Palestina  tidak akan pernah mendapatkan Hak Asasi Manusia. (bar/wafa/tass/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response