Myanmar Bantah Tudingan Petugas Medis PBB Terkait Pemerkosaan

 

Matamatanews.com, DHAKA—Tentara Myanmar diduga telah melakukan pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita etnis Rohingya di Rakhine, hal itu disampaikan dokter dan petugas kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang selama ini merawat sejumlah pengungsi di kamp penampungan. Mereka menemukan bukti adanya tindak kekerasan sesksual terhadap para wanita Rohingya selama dalam perawatan.

Seperti dikutip Channel News Asia pada Minggu (24/9/2017) kemarin, bahwa dokter dan petugas kesehatan telah melihat puluhan wanita dengan luka yang menyerupai dengan serangan seksual disertai kekerasan. Dan seperti diketahui para petugas kesehatan dan perlindungan di distrik Cox’s Bazar, Bangladesh sejak akhir Agustus lalu telah merawat sekitar 25 orang lebih korban pemerkosaan.

Meski sejauh ini petugas medis tidak berusaha menetapkan secara pasti apa yang terjadi pada pasien mereka, namun melihat pola kekerasan seksual yang telah dialami para wanita Rohingya, pelakunya adalah tentara Myanmar. Para wanita etnis Rohingya itu mengatakan pemerkosaan dilakukan para tentara Myanmar.

Tuduhan pemerkosaan terhadap etnis Muslim Rohingya ditanggapi dingin pemerintah Myanmar, bahkan sebagian pejabat Myanmar menolak tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda militan yang dikemas untuk mencemarkan nama baik militer Myanmar. Menurut pemerintah Myanmar.

“ Apa pun alasannya,pemerintah Myanmar sejauh ini masih belum menunjukkan itikad baiknya untuk menghentikan kekerasan dan kekejamannya di negara bagian Rakhine terhadap etnis muslim Rohingya. Sehingga wajar bila kemudian Myanmar ditekan dan dihujat komunitas internasional.

Myanmar boleh saja membantah laporan petugas media PBB dan organisasi kemanusiaan, tetapi jangan lupa para korban yang masih hidup adalah saksi yang tidak bisa dilupakan,” jelas pengamat Islam dan pegiat bisnis perminyakan di rumahnya.(samar)

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response