Modus Penipuan Cek Miliaran Rupiah

 

Matamatanews.com, PRABUMULIH – Rabu (21/9/2016), warga Prabumulih digemparkan oleh penemuan amplop coklat bertuliskan “dokumen rahasia”. Isi amplop tersebut ialah cek bernilai Rp 2,7 miliar yang dikeluarkan oleh Bank Danamon Bandung.

Isi amplop berstempel Bukit Borneo Energi Kalimantan Selatan itu tidak hanya cek bernomor 2090463, namun ada juga Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)-Besar dengan No PDN 001080 SIUP-PB atas nama PT Bukit Borneo Energi, dan tertera nama Presiden Direktur perusahaan yakni Anton Hanafi yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan. Surat itu ditandatangani Fuji Hidrayanta SH MM dengan NIP 197109221997022003 dan berlaku sampai 27 September 2014.

Ada pula surat lainnya yakni surat keterangan sebidang tanah dengan nomor 500/47/BPN dari Badan Pertanahan Nasional Kota Tanah Bumbu di Jalan Dharma Praja No 1, kota Batu Licin, Kalimantan Selatan. Surat tanah itu juga atas nama H Anton Hanafi SE dengan jabatan pengusaha batu bara kota dan ditandatangani Kepala Kantor Pertanahan Kota Tanah Bumbu, Ir Susilo Rochmanhadi R MM dengan NIP 196306121985031034.

Yulia (20), warga Perumnas Vina Sejahtera II Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur "Amplop tersebut ditemukan di jalan depan rumah, saat itu saya baru keluar rumah hendak beli sayur. Karena amplop tersebut tampilannya rapi dan tertulis dokumen penting, lalu saya ambil dan bawa ke rumah berharap ada yang tercecer mengambil," ungkapnya.

Setelah ditunggu ternyata tidak ada orang yang merasa kehilangan menyusuri jalan depan rumah, dirinya bersama keluarga sepakat membuka amplop coklat tersebut. Yulia beserta keluarganya terkejut mendapati cek dari Bank Danamon senilai Rp 2,7 miliar berserta dokumen penting lain di dalam amplop.

"Awalnya saya yakin itu dokumen asli dan bermaksud mengembalikan dengan menelpon nomor telpon tertera disana yakni 0812 542 1321. Kemudian kami cari tau browsing ke internet, ternyata setelah di ketik nama perusahaan dan nama pemilik dokumen muncul berita-berita penipuan modus cek. Melihat itu kemudian berkas, cek tersebut tidak dihiraukan dan dibuang," tambahnya.

Winda, warga Kelurahan Sukaraja kota Prabumulih juga menyatakan hal serupa. Keluarganya nyaris menjadi korban penipuan modus cek tercecer tersebut. "Paman saya juga menemukan cek serupa pagi tadi, dan bermaksud mengembalikan kepada pemiliknya dengan menelpon nomor tertera pelaku meminta dikirim Rp 60 juta dan uang cek Rp 2,7 miliar akan diambil setelah urusan selesai serta uang yang dipinjam akan dikembalikan," beruntung keluarga mengingatkan sehingga tidak jadi korban penipuan, ujarnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak percaya jika menemukan dokumen berserta cek miliaran rupiah tersebut. "Masyarakat yang menemukan hal-hal seperti itu, untuk mengkroscek lebih dahulu dan memberitahu pihak kepolisian, karena perusahaan tidak sembarang mengeluarkan cek-cek, kuis berhadiah maupun jenis penipuan undian. Masyarakat kita himbau jangan mudah percaya dengan cek-cek disebari itu," ungkapnya.

Kabag Ops mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait banyaknya cek bernilai miliaran dan berkas disebar ke masyarakat. "Kita akan terjunkan petugas lakukan penyelidikan, jika nanti pelaku penyebar diketahui akan ditangkap dan ditindak tegas," tegasnya. [Did/Berbagai Sumber]

 

sam

No comment

Leave a Response