Misteri Aliran Dana 90 Miliar Dari Freddy Budiman

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR, kapolri juga membahas pernyataan yang dibuat terpidana mati Freddy Budiman yang mengatakan ada anggota Kepolisian terima aliran dana sebesar Rp 90 Miliar. "Terkait Freddy Budiman, dapat saya sampaikan tidak terdapat bukti anggota Polri terima Rp 90 miliar. Sebagaimana yang disampaikan Freddy," ujar Kapolri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).

Kapolri mengatakan bahwa fakta tersebut sudah disampaikan secara terbuka,"Sudah disampaikan secara terbuka berikut alasan-alasan hukumnya," ungkapnya.

Beberapa jam sebelum Freddy Budiman di eksekusi mati, telah beredar pengakuan koordinator Kontras, Haris Azhar, berdasarkan informasi dari Freddy Budiman terkait kebusukan BNN dan Polisi dalam menjalankan perintah pemberantasan narkoba. Haris juga mengaku bahwa dirinya bertemu dengan Freddy di Lapas Nusakambangan, pada 2014 lalu setelah menerima undangan dari sebuah organisasi gereja.

Haris mengungkapkan pernyataan bahwa Freddy telah memberikan sejumlah uang ke pihak BNN dan Polisi, "Selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang 450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih 90 miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri," kata Haris menirukan ucapan Freddy.

Kalapas Nusakambangan, Sitinjak, sudah bekerja keras membangun integritas penjara dengan memasangkan dua kamera selama 24 jam untuk memonitoring Freddy Budiman. Namun anehnya, beberapa kali pejabat BNN yang sering berkunjung meminta kamera monitoring itu dicabut terlebih dahulu. "Saya menganggap ini aneh, hingga muncul pertanyaan, kenapa pihak BNN keberatan adanya kamera yang mengawasi Freddy Budiman? Bukankah status Freddy sebagai penjahat kelas kakap harus diawasi secara ketat? Pertanyaan saya ini terjawab oleh cerita dan kesaksian Freddy Budiman sendiri," jelasnya. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response