Miris...Sekeluarga Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni

 

Matamatanews.com, TANGERANG – Mempunyai rumah yang nyaman tentunya menjadi impian bagi semua orang, tidak terkecuali dari kalangan konglomerat sampai yang melarat. Namun sayangnya, impian tersebut tidak dirasakan oleh Sudarmo (47) warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, kabupaten Tangerang yang tinggal dirumah tidak layak huni bersama keluarga dan dua orang anaknya.

Muksin, salah satu aktivis mengatakan kepada matamatanews, “Untuk mempunyai rumah yang layak huni buat mereka masih hanya mimpi dan isapan jempol belaka, dengan pendapatan mereka yang sangat rendah sekitar Rp 20 ribu per hari. Di sisi lain karakter orang di sekitar kita itu selalu bisa menerima apa yang sudah dimiliki, mereka pasrah,” tutur Muksin.

Meski keadaan masyarakat disekitar lebih baik dari Sudarmo, namun mereka memiliki rasa peduli yang sangat tinggi untuk saling berbagi tanpa memikirkan diri mereka sendiri.

“Ini yang merupakan aset bangsa yang perlu dijaga. Andai semua pihak memiliki semangat berbagi maka masalah sosial yang satu ini dapat diatasi sedikit demi sedikit,dan Semuanya harus saling bergandeng tangan bekerja sama,” lanjut Muksin.

Menurutnya, rumah layak huni yakni rumah yang tidak berisiko dengan gangguan kesehatan.

“Setiap daerah yang kami sambangi, masih banyak rumah tidak layak huni dengan kondisi bocor atau tidak ada MCK membuat munculnya berbagai penyakit yang menyerang mereka. Ini perlu upaya dari semua pihak untuk membantu mengatasi hal ini,” kata Muksin.

Muksin juga berharap masyarakat dan pemerintah daerah, bahu membahu dalam memprioritaskan rumah yang tidak layak huni dalam program gebrak pakumis ataupun program RTLH (rumah tidak layak huni) untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat.

“Karena tidak selalu ada bakti sosial, atau pemberian bantuan untuk mereka yang berpenghasilan pas-pasan dari orang-orang yang mampu di sekitarnya.” terang Muksin. (Andry Ibnu/Arman)

sam

No comment

Leave a Response