Miris, Pengkritik Presiden Tunisia Ditangkap Pasukan Keamanan

 

Matamatanews.com, TUNIS—Seperti dilansir Arab News, hari Jum’at (30/7/2021) kemarin,pasukan keamanan Tunisia baru saja menangkap anggota parlemen Yassin Ayari setelah ia mengkritik Presiden Kais Saied di Facebook dan menyebut perebutan kekuasaan pemerintahannya sebagai kudeta.

Istri Yassin Ayari, Cyrine Fitouri mengatakan bahwa suaminya diambil pihak keamanan pada hari Jum’at dirumahnya.Seperti diketahui, Yassin yang mewakili partai kecil di parlemen memang sebelumnya dikenal sering mengkritik kebiajakan Saied, yang pada hari Minggu (25/7/2021) lalu memecat perdana menteri dan membekukan parlemen selama sebulan serta mengatakan bahwa ia mengambil alih otoritas eksekutif.

Baik pihak keamanan maupun pengadilan tidak bisa dimintar komentarnya terkait penangkapan Yassin Ayari.

Istri Ayari, Cyrine Fitouri, mengatakan melalui telepon bahwa sekitar 20 pria berpakaian preman yang memperkenalkan diri sebagai anggota unit keamanan presiden telah menggerebek rumah mereka lebih awal pada hari Jumat dan menggunakan kekerasan saat mereka menahannya.

"Mereka membawanya dengan paksa sementara ibunya berteriak," katanya, menambahkan bahwa mereka telah mengatakan kepada keluarga untuk tidak merekam mereka saat mereka membawanya pergi.

Saied pada hari Kamis mengatakan dia akan menjunjung tinggi kebebasan dan hak-hak rakyat Tunisia ketika Amerika Serikat mendesaknya untuk mengembalikan negara itu ke "jalan demokrasi" dan kelompok-kelompok masyarakat sipil utama mengatakan dia harus menegakkan konstitusi.
Tindakannya tampaknya mendapat dukungan rakyat luas di Tunisia, di mana bertahun-tahun misgovernance, korupsi, kelumpuhan politik dan stagnasi ekonomi telah diperburuk tahun ini oleh lonjakan mematikan dalam kasus COVID-19.

Ketika dia mengumumkan perebutan kekuasaan pemerintahan pada hari Minggu dia juga mengatakan mengambil alih penuntutan publik dan mencabut kekebalan anggota parlemen.

Pengadilan, yang telah mendeklarasikan kemerdekaan politiknya, mengatakan minggu ini bahwa mereka sebelumnya telah membuka penyelidikan terhadap tiga partai politik yang menentang Saied, dan sekarang telah memulai penyelidikan terhadap beberapa anggota parlemen.(bar/arab news)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response