Miris, Bentrokan di Karawang Diduga Terkait Rebutan Limbah

 

Matamatanews.com KARAWANG—Kembali terjadi Bentrok LSM di Karawang , bentrokan antara sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat tersebut di duga ada nya perebutan Limbah Ekonomis Pabrik Ichi di Kawasan Industri KIIC Karawang.

Tercatat LSM yang hadir dalam aksi ini adalah GMPI, Laskar NKRI, Laskar Merah Putih, Gibas Jaya, dan Kompak yang menyebutkan diri sebagai Aliansi LSM karawang.

Aksi dari aliansi LSM ini adalah bentuk respons dari seruan aksi GMBI dari luar Karawang. Beredar kabar, bahwa GMBI se-Jawa Barat dan Jakarta bakal masuk Kabupaten Karawang untuk ikut berdemonstrasi dengan Banaspati, MCI, Karangtaruna, dan BPPKB Banten di PT Ichii Industries Indonesia di kawasan KIIC Karawang tersebut.

Pihak Aparat Kepolisan Polres Karawang , serta Kodim Karawang dan Sat Brimob berusaha mengurai masa dan mencegah masa bertemu.

Kapolres Karawang bersama dengan Dandim Karawang ,melakukan mediasi dengan berbagai ketua ormas di seputaran Karang Pawitan, meminta untuk tidak menuju Kawasan Industri KIIC .Karena jika itu terjadi bentrokan tentu tidak bisa di hindarkan.

Terpantau satu buah mobil Honda Brio ,yang ber stiker salah satu ormas lawan rusak parah di kepung dan di hancurkan masa .Dua Pengemudi mobil pun tidak lepas dari amukan masa.

Sangat di sayangkan ,bentuk demokrasi yang dipertontonkan oleh sekelompok masa tersebut lebih menonjolkan anarkisme . 

Tidak sedikit dari masa yang hadir dari masing-masing organisasi tersebut hadir dengan membawa senjata tajam golok,samurai, bambu, pisau, bahkan ada yang membawa pistol tertangkap aparat kepolisian saat di geledah .

Sejumlah pihak menyayangkan aksi  unjuk rasa yang berujung bentrok tersebut, dan berharap kepada pemerintah untuk lebih selektif dalam memberikan perijinan organisasi atau lembaga kemasyarakatan ke depannya agar  aksi anarkis berjung bentrokan tidak terulang kembali.

“Unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-udang sejauh tertib dan tidak anarkis, akan tetapi  unjukrasa itu akan tercemar bila disusupi dengan membawa senjata tajam dan bertindak anarkis.Unjuk rasa adalah ekspresi untuk mengeluarkan pendapat, bukan sebaliknya ekspresi mempertontonkan kekuatan, apalagi anarkis.Dan ke depannya, ada baiknya bila pemerintah lebih selektif dalam memberikan perijinan sebuah organisasi kemasyarakatan, baik lembaga swadaya masyarakat,maupun organisasi lainnya yang memiliki massa banyak agar aksi anarkis bisa diminimalisir,” ujar Muhammad Reza Putra, SH,MH,CILL dari YLBH Satria Advokasi Wicaksana saat dimintai komentarnya.(baim/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response