Mewaspadai Sejumlah Oknum LSM Berkedok Pers Jualan Kaos, AWI Sarankan Jangan Dibeli

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA - Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia Kabupaten Banjarnegara (AWI-Banjarnegara) meyarankan agar pewarta/wartawan/Jurnalis yang bertugas di Kabupaten Banjarnegara memiliki wadah organisasi kewartawanan yang berbadan hukum Kemenkumham. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua DPC AWI Banjarnegara, Harmono, SH, MM, CLA, CPL CMe saat ditemui awak media di sekretariat DPC AWI Jl. Bambang Sugeng 32 Banjarnegara, Minggu (28/02/2021) kemarin.

Harmono mengungkapkan, selain telah mematuhi UU Pers No 40 Tahun 1999 tentang Pers, juga tertuang di bab lll pasal 7 dan UU no 17 th 2016 tentang organisasi Kemasyarakatan yang harus terdaftar di Kesbangpolinmas Kabupaten. 

Dirinya mengungapkan rasa keprihatinananya terkait maraknya oknum sejumlah LSM yang diduga mengaku Pers di Kabupaten Banjarnegara,  sering menjual asesoris seperti kaos  agar kades atau intansi pemda/swasta membeli dengan jumlah tentu dengan dalih untuk kegiatan ormas tersebut. 

"Apabila hal ini terus dibiarkan dapat berpotensi merusak citra/kinerja kawan-kawan Pers yang lain. Kita sesungguhnya pencari berita, pembawa kabar dan mengabarkan, namun dirinya mendiskreditkan kita yang selama ini legitimasi dan notabene-nya memang benar-benar Pers, memiliki media, bernaung diwadah organisasi kewartawanan yang berbadan hukum, dan nama medianya pun telah terdata di Pemda Banjarnegara," ujar Harmono.

Harmono berharap organisasi DPC AWI Banjarnegara yang menaungi beberapa media online/cetak Kepala Biro di Kabupaten Banjarnegara, meminta Diskominfo agar segera di evaluasi, agar kedepannya kinerja Pers di Banjarnegara menjadi lebih baik lagi.

"Apabila terus dibiarkan berpotensi merusak kinerja kawan-kawan Pers yang lain oleh oknum-oknum pungawa LSM yang diduga mengaku Pers tersebut," pungkasnya. 

Terpisah sekretaris DPC AWI Banjarnegara A.Tardi,BN membenarkan adanya oknum yang mengaku PERS berkedok LSM menjual kaos di daerah Wanayasa.  Menurutnya, salah satu kades di daerah itu mengaku pernah didatangi orang media disuruh membeli kaos yang dibawanya. 

" Ya, saya telah melakukan investigasi ke ke salah satu desa di kecamatan Wanayasa yang mengaku telah membeli karena ada aktivitas oknum LSM tersebut. Kita katakan itu bukan anggota AWI Banjarnegara, kita punya agenda kegiatan yang berbeda, " ungkapnya beberapa waktu lalu.(One/Jof/AWI)

 

redaksi

No comment

Leave a Response